Harga Emas Melonjak Ditopang Pembelian Bank Sentral China dan Risiko Geopolitik Timur Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas meningkat ke level US$ 2.658 per troy ons Selasa (10/12/2024) pagi ini didorong oleh pembelian baru oleh Bank Sentral China dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, People's Bank of China pada hari Sabtu mengumumkan bahwa mereka membeli 160.000 ons Emas di bulan November, mengakhiri jeda pembelian selama enam bulan dan menambah dukungan untuk emas batangan.
"Di sisi lain, China memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter untuk pertama kalinya dalam 14 tahun guna mendukung pertumbuhan ekonominya. Langkah ini, yang termasuk memperluas jumlah uang beredar dan meningkatkan konsumsi domestik," tulis riset ICDX, Selasa (10/12/2024).
Baca Juga
Selain itu, data ekonomi China pada pagi ini menunjukan, data perdagangan China di bulan November menunjukkan kinerja yang beragam, dengan ekspor tumbuh 6,7% secara tahunan, meskipun lebih lambat dari yang diharapkan, sementara impor turun 3,9%, mengindikasikan lemahnya permintaan domestik. Surplus perdagangan melebar menjadi US$ 97,44 miliar.
Data ekonomi AS sebelumnya pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada hari Jumat menegaskan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada bulan Desember sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 Desember sebagai respons terhadap pelonggaran pasar tenaga kerja yang tercermin dari kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,2%.
Baca Juga
OJK Ungkap Ekosistem Usaha Bullion Bank, Dewan Emas Nasional Wajib Dibentuk
Di sisi ketegangan geopolitik, penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad menciptakan ketidakpastian baru di kawasan Timur Tengah. Pemberontakan di negara tersebut menandai akhir dari perang saudara selama 13 tahun dan dinasti Assad yang berkuasa lebih dari lima dekade. Hal ini mendorong aliran aset safe haven ke arah harga Emas.
ICDX memproyeksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

