Adaro (ADRO) Tetapkan Spesial Dividen US$ 2,629 Miliar, Nilainya Setara dengan Divestasi Adaro Andalan
JAKARTA, investortrust.id – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang digelar di Jakarta, Senin (18/11/2024), disebut telah menyetujui spesial dividen senilai US$ 2,629 miliar atau setara dengan Rp 41,53 triliun. Nilai tersebut mencerminkan dividen berkisar Rp 1.359 per saham.
Dividen tersebut setara dengan nilai divestasi saham PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) berkisar US$ 2,44-2,62 miliar. Pembagian tambahan dividen tunai final ini bertujuan agar pemegang saham perseroan dapat berpartisipasi dalam pembelian saham Adaro Andalan Indonesia (AAI) saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Baca Juga
Harga IPO Murah! Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Adaro Andalan (AADI) Segini
Adaro Energy (ADRO) sebelum mempublikasikan prospectus penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Adaro Andalan Indonesia (AAI) dan dilanjutkan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).Berdasarkan data keterbukaan informasi ADRO menyebutkan bahwa nilai transaksi tersebut berkisar US$ 2,44-2,62 miliar. Nilai tersebut setara dengan 31,8-34,1% dari total ekutias perseroan per akhir 2023.
“PUPS akan dilaksanakan secara bersamaan dan simultan dengan proses penawaran umum perdana atau IPO saham AAI, dimana setelah penawaran IPO saham, total saham AAI yang dimiliki perseroan menjadi 90% yang dilanjutkan dengan PUPS,” tulis manajemen dalam penjelasan resminya.
Adaro Andalan (AADI) sebelumnya telah merilis prospectus IPO dengan melepas sebanyak 778.689.200 saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham AADI ditawarkan pada harga Rp 4.590-5.900. Sehingga nilai pengumpulan dana IPO bisa mencapai Rp 3,57 triliun sampai Rp 4,59 triliun.
Baca Juga
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Melantai di Bursa, Bidik IPO Rp 4,59 Triliun
Berdasarkan jadwal book building saham AADI berlangsung 12 November 2024 sampai 18 November 2024 dengan penjamin pelaksana emisi Trimegah Sekuritas Indonesia. Sedangkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan terlaksana pada 5 Desember 2024.
Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebutkan bahwa harga penawaran Rp 4.590-5.900 per saham merefleksikan valuasi saham AADI dengan proyeksi PE 1,41-1,61 kali untuk tahun 2024. Valuasi ini terdiskon sekitar 75%, dibandingkan rata-rata sektornya.
Dengan harga saham tersebut, ini memposisikan saham AADI undervalued dengan potensi penguatan singifikan setelah listing di bursa. Terbuka peluang penguatan harga sebanyak 222% menjadi Rp 16.900 per saham. Target harga ini mengasumsikan perkiraan PE tahun 2024 sejajar dengan perusahaan sejenis.
Baca Juga
OJK Pelajari Rencana Adaro Energy (ADRO) Soal Divestasi Anak Usahanya
Terkait alasan dilakukannya divestasi saham AADI, manajemen dalam keterbukaan tersebut menyebutkan, didukung komitmen perseroan untuk mendukung penuh program pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, termasuk upaya untuk mencapai net-zero emission pada 2060 atau lebih awal. Perseroan juga berkomitmen untuk memiliki sekitar 50% total pendapatan dari bisnis non-batu bara termal pada 2030.
Target ini akan dicapai dengan mengembangkan bisnis di bidang-bidang yang mendukung ekosistem hijau Indonesia. Saat ini, perseroan sedang mengembangkan smelter aluminum (dalam tahap konstruksi) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) (dalam tahap persiapan konstruksi). Smelter aluminium diharapkan mulai beroperasi pada 2025. Sementara PLTA diharapkan beroperasi pada 2030.
Grafik Saham ADRO

