Harga IPO Murah! Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Adaro Andalan (AADI) Segini
JAKARTA, investortrust.id – Sekuritas ini menilai saham perdana (initial public offering/IPO) saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) bakal menjadi saham pendatang baru dengan potensi lompatan harga pesat setelah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) ini sebelumnya telah merilis prospectus IPO saham dengan target penjualan sebanyak 778.689.200 saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham AADI ditawarkan pada harga Rp 4.590-5.900. Sehingga nilai pengumpulan dana IPO bisa mencapai Rp 3,57 triliun sampai Rp 4,59 triliun.
Baca Juga
Kedatangan IPO Jumbo Adaro Andalan (AADI), BEI Optimistis Daya Serap Investor Tinggi
Berdasarkan jadwal book building saham AADI berlangsung 12 November 2024 sampai 18 November 2024 dengan penjamin pelaksana emisi Trimegah Sekuritas Indonesia. Sedangkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan terlaksana pada 5 Desember 2024.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan dan Hernando Cahyo dalam risetnya menyebutkan bahwa dengan harga penawaran Rp 4.590-5.900 per saham, valuasi saham AADI setara dengan perkiraan PE 1,41-1,61 kali untuk tahun 2024. Valuasi ini terdiskon sekitar 75%, dibandingkan rata-rata sektornya.
“Ini memposisikan saham AADI undervalued dengan potensi penguatan singifikan setelah listing di bursa. Terbuka peluang penguatan harga sebanyak 222% menjadi Rp 16.900 per saham. Target harga ini mengasumsikan perkiraan PE tahun 2024 sejajar dengan perusahaan sejenis,” tulisnya dalam riset tersebut.
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa Adaro Andalan (AADI) salah satu entitas Adaro Energy yang paling menguntungkan. AADI tercatat sebagai perusahaan Batubara termal dengan total sumber daya sebanyak 4,1 miliar ton atau setara dengan 13% dari cadangan di Indonesia.
Baca Juga
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Melantai di Bursa, Bidik IPO Rp 4,59 Triliun
Hingga semester I-2024, AADI membukukan pendapatan usaha senilai US$ 2,65 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 3,25 miliar. Sebaliknya laba periode berjalan meningkat dari US$ 804,75 juta menjadi US$ 922,76 juta. Sedangkan kas dan setara kas akhir periode mencapai US$ 1,08 miliar sampai semester I-2024.
Dilansir dari laman resmi e-ipo BEI, sektor bisnis AADI masuk kategori energi dengan subsektor produksi batu bara. Lebih spesifik, bidang usaha AADI bergerak sebagai perusahaan holding, perkebunan buah kelapa sawit, karet dan tanaman penghasil getah lainnya.
Perseroan didirikan pada 2004, yang merupakan perusahaan induk dari sejumlah bisnis pertambangan batu bara termal, logistik, pengelolaan aset lahan (Adaro Land), pengelolaan air (Adaro Water), dan bidang lainnya.
Bidang lain yg dimaksud, antara lain seperti investasi atau Adaro Capital, ketenagalistrikan, jasa konsultasi di bidang pertambangan, serta pengembangan teknologi informasi. “Operasi pendukung ini penting untuk menjamin kelancaran operasi dalam bisnis pertambangan, serta kelangsungan bisnis di jangka panjang,” tulis manajemen.
Baca Juga
Bakal Bagikan Spesial Dividen US$ 2,69 Miliar, Saham Adaro Energy (ADRO) Melesat
Saat ini, Grup Perseroan memiliki tujuh aset pertambangan batu bara termal yaitu Adaro Indonesia (AI), Laskar Semesta Alam (LSA), Semesta Centramas (SCM), Paramitha Cipta Sarana (PCS), Mustika Indah Permai (MIP), Pari Coal (PC) dan Ratah Coal (RC).
Dari ketujuh aset tersebut, lima di antaranya, yaitu AI, LSA, SCM, PCS terletak seluruhnya di Kalimantan Selatan dan MIP yang terletak di Sumatera Selatan sudah beroperasi. Sedangkan dua aset lainnya yaitu PC dan RC yang terletak di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, yang saat ini belum beroperasi karena masih dalam tahap pengembangan.
Berdasarkan Laporan Cadangan dan Sumber Daya JORC yang disusun oleh PT Quantus Consultants Indonesia (QCI), konsesi AI, LSA, PCS, SCM, dan MIP memiliki estimasi cadangan batu bara sebesar 917,4 juta ton, dengan sumber daya sebesar 4,1 miliar ton per 30 Juni 2024. Per 30 Juni 2024, Grup Perseroan memproduksi batu bara termal sebesar 32,74 juta ton.
Baca Juga
Sebagai perusahaan pertambangan batu bara yang terintegrasi secara vertikal, perseroan memiliki perusahaan anak yang bergerak di bisnis logistik. Bisnis dimaksud, meliputi angkutan tongkang dan pemuatan kapal batu bara, pengangkutan BBM, pengerukan dan pemeliharaan alur sungai, bongkar muat, operasi pelabuhan di darat dan laut, dan pemeliharaan dan perbaikan tongkang.
Semua lini bisnis pendukung bertujuan memastikan bahwa batu bara tiba di lokasi pemuatan kapal ataupun lokasi pelanggan menurut jadwal, spesifikasi, dan kualitas yang disepakati.

