Bakal Bagikan Spesial Dividen US$ 2,69 Miliar, Saham Adaro Energy (ADRO) Melesat
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan membagikan spesial dividen senilai US$ 2,69 miliar yang berasal dari saldo laba ditahan. Nilainya setara dengan Rp 1.330 per saham. Sementara itu, saham ADRO langsung melesat setelah pengumuman resmi rencana pembagian dividen ini.
Pembagian dividen spesial tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 November 2024. Selain itu, rapat tersebut akan memutuskan penggantian nama perseroan.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Cetak Laba US$ 1,32 Miliar hingga Kuartal III-2024
Manajemen ADRO dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/11/2024), menyebutkan bahwa pembagian tambahan dividen tunai final ini bertujuan agar pemegang saham perseroan dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Rencana pembagian dividen Rp 1.330 tersebut merefleksikan yield dividen 33,8% dari harga penutupan saham ADRO kemarin Rp 3.930. Keputusan pembagian dividen jumbo ini berimbas terhadap lompatan harga saham ADRO.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (5/11/2024), saham ADRO melesat Rp 340 (8,40%) menjadi Rp 4.270 hingga pulul 09,50 WIB, bahkan saham ini sempat menyentuh level Rp 4.300.
Divestasi Adaro Andalan
Adaro Energy (ADRO) sebelum berencana melepas seluruh saham Adaro Andalan Indonesia (AAI) melalui penawaran umum perdana (IPO) saham dan dilanjutkan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).
Berdasarkan data keterbukaan informasi ADRO diungkapkan bahwa nilai transaksi tersebut berkisar US$ 2,44-2,62 miliar. Nilai tersebut setara dengan 31,8-34,1% dari total ekutias perseroan per akhir 2023.
“PUPS akan dilaksanakan secara bersamaan dan simultan dengan proses penawaran umum perdana atau IPO saham AAI, dimana setelah penawaran IPO saham, total saham AAI yang dimiliki perseroan menjadi 90% yang dilanjutkan dengan PUPS,” terangnya.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Beberkan Detil Penjualan Adaro Andalan, Terungkap IPO 10% Saham
Sedangkan harga IPO saham dan PUPS akan ditentukan kemudian. Penentuan harga PUPS didasarkan rata-rata harga saham AAI di bursa dengan tetap memperhatikan kewajaran transaksi. Rasio saham AAI yang akan didapatkan pemegang saham ADRO disesuaikan dengan kepemilikan sahamnya di ADRO.
Terkait alasan dilakukannya divestasi saham tersebut, manajemen dalam keterbukaan tersebut menyebutkan, didukung komitmen perseroan untuk mendukung penuh program pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, termasuk upaya untuk mencapai net-zero emission pada 2060 atau lebih awal. Perseroan juga berkomitmen untuk memiliki sekitar 50% total pendapatan dari bisnis non-batu bara termal pada 2030.
Target ini akan dicapai dengan mengembangkan bisnis di bidang-bidang yang mendukung ekosistem hijau Indonesia. Saat ini, perseroan sedang mengembangkan smelter aluminum (dalam tahap konstruksi) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) (dalam tahap persiapan konstruksi). Smelter aluminium diharapkan mulai beroperasi pada 2025. Sementara PLTA diharapkan beroperasi pada 2030.
Grafik Saham ADRO

