Alamtri Resources (ADRO) Tetapkan Rasio dan Harga PUPS Adaro Andalan (AADI)
JAKARTA, investortrust.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menetapkan setiap pemegang 4.389 saham ADRO akan mendapatkan hak untuk membeli sebanyak 1.000 saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dalam penawaran umum pemegang saham (PUPS). Investor yang memiliki hak untuk membeli saham AADI adalah pemegang saham ADRO yang masuk daftar pemegang saham (DPS) per 29 November 2024.
Sedangkan harga pembelian saham melalui PUPS ini akan didasarkan harga rata-rata tertimbang saham AADI setelah penutupan perdagangan di hari pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, AADI telah menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) seniali Rp 5.550 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup dari aksi ini mencapai Rp 4,31 triliun.
ADRO akan menawarkan sebanyak 7,008 miliar saham AADI kepada pemeagng saham Alamtri Resources (ADRO) yang tercatat dalam DPS perseroan per 29 November 2024. Adapun, pencatatan perdana saham AADI di Burs Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 5 Desember 2024, sehingga penentuan harga PUPS ditetapkan usai perdagangan hari itu.
Baca Juga
Jelang Pembagian Dividen dan PUPS, Begini Target Harga Saham Alamtri Resources (ADRO)
Berdasarkan prospectus ADRO diungkapkan, PT ASI akan menjadi pemegang terbanyak saham AADI usai PUPS mencapai 41,10%, disusul Garibaldi Thohir menguasai 5,78%, dan sisanya masyarakat sekitar 53,12%.
Alamtri Resources (ADRO) menyebutkan bahwa PUPS bertujuan untuk memisahkan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya dengan pilar bisnis minerals dan green demi mempertahankan sinergi yang solid dari integrasi bisnis-bisnis yang termasuk dalam sektor-sektor industri dengan keterkaitan yang lebih erat.
Struktur Pemegang Saham AADI
Pilar Green adalah pilar terbaru perseroan yang dibentuk untuk membangun grup perseroan yang lebih besar dan lebih hijau dengan menangkap peluang ekonomi hijau Indonesia. Pilar ini mencakup beberapa proyek energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk memasok energi hijau bagi aktivitas pengolahan mineral dan industri di Kalimantan Utara serta mendukung diversifikasi bauran energi Indonesia.
Sedangkan pilar Minerals saat ini merupakan pilar pertumbuhan perseroan meliputi aset batu bara metalurgi dan bisnis smelter aluminium yang sedang dalam tahap pembangunan. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) disiapkan untuk menjadi pusat bisnis mineral dan pengolahan mineral. Anak ADMR memproduksi batu bara metalurgi dan merupakan produsen batu bara metalurgi terbesar di Indonesia hingga kini.
Baca Juga
Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp 5.550, Adaro Andalan (AADI) Raih Pernyataan Efektif IPO Saham
Dalam bisnis pengolahan mineral, ADMR melalui anak perusahaannya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), sedang mengembangkan smelter aluminium yang dibangun di Kalimantan Utara. Bisnis ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dari inisiatif hilirisasi untuk ekonomi hijau Indonesia.
Pemisahan ini juga dipandang efektif untuk memaksimalkan kinerja masing-masing pilar bisnis tersebut karena memungkinkan setiap perusahaan untuk berfokus pada pengembangan keunggulan inti masing-masing. Langkah ini juga akan membantu bisnis hijau perseroan untuk mendapatkan akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih banyak, biaya pendanaan yang lebih kompetitif, memberikan akses yang lebih baik pada proyek-proyek ramah lingkungan.

