OJK Pelajari Rencana Adaro Energy (ADRO) Soal Divestasi Anak Usahanya
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan rencana divestasi anak usaha hingga rencana initial public offering (IPO) anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) masih ditelaah.
"Oleh karena itu, kami belum dapat menyampaikan informasi lebih lanjut, sampai dengan nanti pada saat semua ketentuan telah terpenuhi, OJK akan menerbitkan izin publikasi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis, (3/10/2024).
Sebagaimana diketahui, ADRO berencana menjual 99,99% saham kepemilikannya di AAI melalui mekanisme penawaran umum perdana saham kepada seluruh pemegang saham ADRO dengan total harga penawaran mencapai US$ 2,45 miliar.
Baca Juga
Keren! Adaro Energy (ADRO) Nangkring di Urutan Ke-3 TIME World’s Best Companies 2024
Sebelum pelepasan saham tersebut direalisasikan, perseroan terlebih dahulu membagikan dividen bagi para pemegang saham. Kedua aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Oktober 2024 mendatang.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), mengungkapkan pelepasan saham anak usahanya yang bergerak di bidang produksi batu bara thermal tersebut sejalan dengan keinginan perseoran untuk ekspansi dan diversifikasi pada pila non pertambangan.
“Hal ini diharapkan menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang dan perlindungan lebih baik bagi perseroan di seluruh fase siklus bisnis serta menjadi kontrobutor penting terhadap penciptaan nilai jangka panjang,” tulis pengumuman tersebut.

