Target Saham Sido Muncul (SIDO) Dipangkas Saat Kinerja Dilaporkan Naik, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Sekuritas ini justru memangkas turun target harga saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), meski laba bersih melesat sebanyak 33% menjadi Rp 778 miliar hingga kuartal III-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 586 miliar.
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, realisasi kinerja keuangan SIDO pada kuartal III-2024 terpantau justru turun, dibandingkan torehan kuartal II-2024. Laba bersih perseroan melemah sebanyak 22,2% menjadi Rp 170 miliar pada kuartal III, dibandingkan kuartal II-2024 senilai Rp 218 miliar.
Baca Juga
Sido Muncul (SIDO) Putuskan Dividen Interim Rp 540 Miliar, Simak Jadwal Berikut
Penurunan laba tersebut dipicu atas penurunan penjualan sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat. Penjualan perseroan turun sebanyak 13,4% menjadi Rp 730 miliar pada kuartal III, dibandingkan kuartal II-2024 senilai Rp 843 miliar. Penurunan tersebut juga berimbas terhadap kontraksi margin kotor perseroan dari 55,2% menjadi 53,6% akibat kenaikan biaya.
Meski demikian laba bersih perseroan masih menunjukkan pertumbuhan sebanyak 32,7% menjadi Rp 778 miliar hingga September 2024. “Realisasi laba tersebut masih di bawah target kami dan konsensus analis. Perolehan tersebut hanya merefleksikan 68% dari target kami dan setara dengan 65% dari target konsensus analis,” tulis riset Sucor Sekuritas.
Dengan torehkan penurunan pendapatan dan laba bersih pada kuartal III, dia mengatakan, Sucor Sekuritas memilih untuk merevisi turun target pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini dari semula diperkirakan Rp 1,14 triliun menjadi Rp 1,02 triliun. Begitu juga dengan perkiraan penjualan dipangkas dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp 3,64 triliun.
Baca Juga
Sukses Torehkan Lompatan Laba 33%, Sido Muncul (SIDO) Yakin Target 2024 Tecapai
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekurtias memangkas turun target harga saham SIDO menjadi Rp 730 dengan rekomendasi dipertahankan tetap beli. Target harga baru tersebut mengimplikasikan perseroaan PE tahun 2025 sekitar 19,4 kali. Meski dipangkas, saham SIDO tetap bisa jadi pilihan didukung arus kas yang kuat dan neraca keuangan yang baik.
Sebelumnya, manajemen Sido Muncul (SIDO) menyebutkan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan Januari-September 2024 didukung peningkatan penjualan, efisiensi biaya, dan kemampuan perseroan dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Manajemen SIDO dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Kamis (24/10/2024) menyebutkan, pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan penjualan bersih sebanyak 11% menjadi Rp 2,63 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2023 mencapai Rp 2,36 triliun.
Baca Juga
Saham SIDO dan KLBF Dinilai Undervalued, Target Harga Sahamnya Dikerek
Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat produk utama, baik pasar domestik maupun ekspor. Penjualan ekspor tumbuh 75%, dibandingkan tahun lalu dan berkontribusi sebesar 8% terhadap total penjualan hingga September 2024.
Pertumbuhan laba juga terdorong peningkatan marjin laba bruto dari 54% menjadi 57%. Peningkatan ini didorong oleh manajemen biaya yang efektif, pengurangan beban produksi tidak langsung, serta penurunan harga bahan baku, terutama di segmen F&B.
Grafik Saham SIDO

