Target Harga Saham Sido Muncul (SIDO) Dipangkas, Potensi Cuan Tinggal Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul dipangkash dari semula Rp 800 menjadi Rp 650, namun rekomendasi tetap dipertahankan beli. Pemangkasan dilakukan setelah mempertimbangkan pelemahan kinerja keuangan kuartal I-2025 yang berdamapk terhadap revisi target kinerja keuangan tahun ini.
Analis Samuel Sekuritas Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi menyebutkan bahwa meskipun target harga saham SIDO direvisi turun, penguatan harga masih terbuka lebar dengan potensi cuan sekitar 25% dihitung dari harga penutupan SIDO kemarin level Rp 520.
Baca Juga
Prospek Kinerja dan Target Saham Sido Muncul (SIDO) Dipangkas, Ini Pemicunya
Dari sisi kinerja keaungan, sekuritas ini menyebutkan, SIDO menunjukkan perbaikan signifikan secara kuarta ke kuartal. Di antaran, laba bersih melesat dari kuartal I-2025 Rp 233 miliar menjadi Rp 368 miliar pada kuartal II-2025. Begitu juga dengan pendapatan melambung dari kuartal I senilai Rp 789 miliar menjadi Rp 1,04 triliun.
Begitu juga dengan margin kotor mengalami kenaikan dari 52,3% menjadi 60,5% dan margin keuntugan bersih naik dari 29,5% menjadi 35,4%. Segmen herbal menyumbang sekitar 75% pendapatan, dengan pertumbuhan mayoritas berbasis volume. Perbaikan ini memperkuat keyakinan terhadap prospek kinerja SIDO memauki paruh kedua tahun ini akan lebih kuat.
Sebaliknya, penjualan makanan dan minuman (F&B) turun menjadi Rp 284 miliar (-11,4% YoY; -29,4% QoQ) akibat melemahnya permintaan minuman energi dan penurunan aktivitas pertambangan. Perseroan juga mencatatkan kenaikan kontribusi ekspor menjadi 9,7% terhadap total pendapatan semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu 6,8%.
Baca Juga
Pasokan AS Melonjak, Harga Minyak Jatuh Jelang Pertemuan Trump–Putin
Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan proyeksi manajemen terhadap percepatan pertumbuhan penjualan SIDO pada paruh kedua tahun ini. Penyumbang diharapkan datang dari peluncuran produk baru di pasar domestik dan ekspor, peningkatan belanja pemasaran, stimulus pemerintah, dan potensi kenaikan permintaan minuman energi seiring meningkatnya aktivitas pertambangan serta musim panen.
Samuel Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih SIDO menjadi Rp 1,19 triliun tahun ini, dibandignkan raihan tahun lalu Rp 1,17 triliun. Pendapatan juga diperkirakan naik dari Rp 3,91 triliun menjadi Rp 4,05 triliun.

