Musim Hujan Bakal Dorong Pertumbuhan Kinerja Sido Muncul (SIDO) Lebih 20%, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) memproyeksikan pendapatan dan laba bersih PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tumbuh lebih dari 20% pada semester II-2024.
“Adapun faktor pendukung proyeksi tersebut yakni, kondisi cuaca yang menguntungkan di kuartal IV-2024, serta peningkatan profitabilitas yang berkelanjutan yang didorong oleh biaya bahan baku yang lebih rendah, dan pembayaran dividen sementara," tulis riset Analis Mirae Asset, Andreas Saragih pada Rabu (11/9/2024).
Dalam riset tersebut juga disebutkan, katalis yang memicu pertumbuhan kinerja keuangan SIDO, yakni menurut Buletin Informasi Iklim Agustus 2024 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), di mana musim hujan akan dimulai bulan ini, dengan tingkat curah hujan mencapai sedang hingga tinggi antara bulan September dan November.
"Hanya sekitar 21,75% dari Indonesia yang akan mengalami curah hujan rendah (0-100 mm/bulan) pada bulan September, dengan persentase ini diperkirakan akan menurun menjadi 7,64% pada bulan Oktober dan 0,65% pada bulan November," paparnya.
Baca Juga
Sido Muncul (SIDO) Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 10% Tahun Ini
Terkait hal tersebut, Mirae Asset memperkirakan konsumsi produk Tolak Angin sebagai suplemen selama musim hujan akan meningkat dan akan berdampak positif terhadap keuangan perseroan di semester II-2024. ‘’Secara historis, puncak penjualan Tolak Angin terjadi selama periode musim hujan,’’ urainya.
Tolak Angin sendiri berada di bawah segmen obat herbal dan suplemen menyumbang sekitar 50% dari pendapatan konsolidasi. Segmen ini yang paling menguntungkan untuk SIDO, mencatat margin laba kotor tertinggi dibandingkan dengan segmen lainnya.
Di samping itu, profitabilitas di semester I-2024, sebagaimana tercermin dari margin laba kotor dan margin laba bersih, menandai margin paruh pertama tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Kinerja luar biasa ini terutama disebabkan oleh harga bahan baku lunak dan biaya penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) yang dapat dikelola.
“Secara khusus, harga bahan baku yang lebih rendah, terutama di segmen F&B (misalnya, taurin, aspartam, asam sitrat, krimer), berkontribusi pada ekspansi margin di semua segmen,” terang dia.
Baca Juga
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Trading 12 September 2024
Mirae Asset menyebut kinerja baik di semester I-2024 akan berlanjut di semester II-2024 didukung langkah strategis manajemen dalam alokasi uang tunai. Manajemen menaikkan persediaan bahan baku menjadi Rp 355 miliar atau 7,8% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu dan persediaan bahan baku tertinggi kedua dalam 10 tahun terakhir.
Mengacu pada faktor di atas, Mirae Asset merekomendasikan Buy dari yang sebelumnya Trading Buy dengan target price Rp 830 per saham.
Grafik Harga Saham SIDO secara Ytd:

