Sido Muncul (SIDO) Putuskan Dividen Interim Rp 540 Miliar, Simak Jadwal Berikut
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menetapkan dividen interim senilai Rp 540 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp 18 per saham.
Manajemen SIDO dalam pengumuman resminya di Jakarta, Jumat (25/10/2024), menyebutkan bahwa pembagian dividen interim tunai ini sesuai dengan keputusan direksi dan telah disetujui dewan komisaris pada 23 Oktober 2024.
Baca Juga
Sukses Torehkan Lompatan Laba 33%, Sido Muncul (SIDO) Yakin Target 2024 Tecapai
“Perseroan menetapkan dividen Rp 18 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 20 November 2024,” tulis pengumuman tersebut.
Pembagian dividen tersebut mempertimbangkan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Juni 2024 senilai Rp 608,48 miliar, saldo laba ditahan yang tak dibatasi penggunaannya Rp 994,41 miliar, dan total ekuitas Rp 3,46 triliun.
Sementara itu, manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan hingga September 2024 diungkapkan laba bersih bertumbuh sebanyak 33% menjadi Rp 778 miliar hingga kuartal III-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 586 miliar.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan penjualan, efisiensi biaya, dan kemampuan perseroan dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga
Memasuki Kuartal Akhir, Begini Prospek dan Target Saham Sido Muncul (SIDO)
Manajemen SIDO dalam rilis laporan kinerja keuangan menyebutkan bahwa pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan penjualan bersih sebanyak 11% menjadi Rp 2,63 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2023 mencapai Rp 2,36 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat produk utama, baik pasar domestik maupun ekspor. Penjualan ekspor tumbuh 75%, dibandingkan tahun lalu dan berkontribusi sebesar 8% terhadap total penjualan hingga September 2024.
Pertumbuhan laba juga terdorong peningkatan marjin laba bruto dari 54% menjadi 57%. Peningkatan ini didorong oleh manajemen biaya yang efektif, pengurangan beban produksi tidak langsung, serta penurunan harga bahan baku, terutama di segmen F&B.
Grafik Saham SIDO

