Usai Tuntaskan Transformasi, Mitratel (MTEL) Beberkan Fokus Ini ke Depan
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel (MTEL) akan fokus untuk menciptakan berbagai inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan para pelanggan ke depan. Terutama adopsi teknologi terkini di semua lini bisnis.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau akrab disapa Teddy mengatakan, pengembangan bisnis selanjutnya yang difokuskan mulai dari digitalisasi pelayanan ke para mitra bisnis melalui aplikasi Oneflux, antena sharing, hingga pengembangan teknologi flying tower system.
Baca Juga
Melesat Ungguli Sektor hingga Diburu Investor Asing, ternyata Begini Target Saham Mitratel (MTEL)
“Kami juga menerapkan konsep green tower sebagai komitmen perseroan dalam mencapai target netral karbon (net zero emission). Kami meyakini, bisnis yang baik bukan hanya bisa bertumbuh secara kinerja keuangan, juga harus berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan,” kata Teddy melalui penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Komitmen terhadap kelestarian lingkungan, terang dia, menjadi salah satu spirit perayaan hari ulang tahun ke 16 Mitratel yang kali ini mengambil tema “Bright to the Future”. Tema ini menyiratkan harapan atau optimisme terhadap masa depan yang dipenuhi peluang, keberhasilan, dan banyak kemungkinan yang positif.
Transformasi Bisnis
Teddy menambahkan, Mitratel berhasil bertransformasi dari jaringan telekomunikasi berbasis telepon (PSTN) menjadi penyedia infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara hanya dalam waktu 16 tahun.
Dia mengatakan, Mitratel telah berkembang sangat pesat dan mencatatkan pertumbuhan secara berkelanjutan dalam 16 tahun terakhir. Perkembangan pesat tersebut didukung perubahan bisnis model secara konsisten dan penuh kehati-hatian.
“Enam belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Kami telah melalui berbagai fase dan melewati banyak tantangan agar tetap tumbuh dan berkembang bersama industri telekomunikasi. Kami tentu melakukan segala sesuatunya lebih dari sekadar kepentingan bisnis,” ujarnya.
Baca Juga
Mitratel (MTEL): Hanya Perlu 9 BTS Terbang untuk Layani Seluruh Jawa
Sejumlah perkembangan pesat yang berhasil ditorehkan perseroan, terang dia, suskes menggelar IPO saham pada November 2021 dengan melepas 23,49 miliar saham dengan raihan dana segar Rp 18,79 triliun. Meski raup dana jumbo, Telkom tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi kepemilikan sebesar 71,83%.
Mitratel (MTEL) juga berhasil meningkatkan jumlah menara telekomunikasi secara massif menjadi 38.581 menara, sebanyak 15.974 menara di pulau Jawa dan sisanya luar Jawa, sampai semester I-2024. Perseroan juga catatkan lompatan jumlah penyewa menjadi 58.598 penyewa.
Dengan angka ini, Mitratel menguasai 54% pangsa pasar penyewaan menara dari tiga operator telekomunikasi (telco provider) terbesar di Indonesia hingga semester I-2024. Dari segmen bisnis fiber, dia mengatakan, Mitratel menunjukkan pertumbuhan impresif menjadi 37.602 km pada akhir Juni 2024.
Baca Juga
Begini Cara Mitratel (MTEL) Tekan Biaya Operator Seluler di IKN Nusantara
Mitratel (MTEL) juga sukses mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan secara konsisten. Berdasarkan data, perseroan membukukan pendapatan Rp 4,45 triliun pada semester I-2024. EBITDA telah melesat menjadi Rp 3,69 triliun dana laba bersih juga sudah mencapai Rp 1,06 triliun.
“Selain kinerja keuangan bertumbuh konsisten, kami juga tidak pernah absen membagikan keuntungan dalam bentuk dividen. Terhitung sejak Mitratel IPO saham hingga 2023 telah dibagikan dividen senilai Rp 2,733 triliun,” terangnya.
Grafik Saham MTEL

