Ekspansi dan Disiplin Biaya Berlanjut, Saham Mitratel (MTEL) Diganjar Target Ini
JAKARTA, investortrust.id - Berlanjutnya ekspansi infrastruktur dan disiplin biaya menjadikan saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel makin menarik. Hal ini mendorong sejumlah analis tetap mempertahankan rekomendasi saham anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini.
Pandangan positif terhadap Mitratel (MTEL) juga didukung peluang peningkatan biaya penyewaan menara telekomunikasi dan jaringan fiber berdampak terhadap kenaikan pendapatan. Perseroan juga diuntungkan berlanjutnya ekspansi jaringan operator telekomunikasi.
Hal ini mendorong MNC Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp Rp780. Target tersebut mempertimbangkan peluang kenaikan pendapatan dari ekspansi jaringan fiber dan berlanjutnya perluasan jaringan oleh operator telekomunikasi.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Tunjuk Stafsus Mensesneg Jadi Komisaris Utama, Begini Sosoknya
Rekomendasi beli dengan target harga tinggi sebelumnya diberikan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 800. Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana juga merekomendasikan beli saham MTEL dengan target harga Rp 680 dan Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham MTEL dengan target harga Rp 620.
Analis MNC Sekuritas Christian Sitorus dalam riset yang pekan lalu menyebutkan bahwa ekspansi dan disiplin biaya menjadikan Mitratel (MTEL) membuat laju pertumbuhan kinerja tetap kuat mengalahkan sektornya. Laju kuat bisa dilihat dari peningkatan pendapatan dan laba kuartal I-2025.
Mitratel (MTEL) hingga Maret 2025 membukukan kenaikan pendapatan 1,4% menjadi Rp 2,26 triliun dan laba bersih meningkat 1% menjadi Rp 521 miliar. Pendapatan dan laba bersih setara dengan 21,9% dan 23,1% dari perkiraan MNC Sekuritas untuk kinerja tahun 2025.
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 50 Poin, Sebaliknya Dua Saham Ini malah ARA
“Program efisiensi biaya perusahaan yang dijalankan berhasil menekan beban umum dan administrasi sebesar 10,6% kuartal pertama tahun 2025. Sedangkan ekspansi terlihat dari lompatan pendapatan segmen fiber sebanyak 23,4% pada kuartal I-2025,” terangnya dalam riset tersebut.
Hal tersebut memperkuat keyakinan Christian Sitorus terhadap pertumbuhan kinerja keuangan MTEL ke depan. Pendapatan MTEL tahun 2025 dan 2026 diprediksi naik masing-masing 5,9% dan 7,6%. Segmen penyewaan menara tetap menjadi penggerak utama dengan target kenaikan pendapatan 6,0% dan 6,4%, seiring kenaikan penyesuaian tarif sewa tahunan dan penambahan penyewa baru.
Sedangkan pertumbuhan paling pesat diprediksi disumbangkan segmen fiber dengan target kenaikan sebanyak 25,8% tahun ini, seiring rencana penambahan jaringan fiber optik sepanjang 10.000 km, sehingga total panjang fiber menjadi 61.000 km tahun ini.
Baca Juga
AS Tunda Keputusan Serang Iran dalam 2 Pekan, Eropa Dorong Upaya Diplomasi
MTEL juga diuntungkan atas ekspektasi permintaan infrastruktur menara dan fiber tetap kuat didorong oleh peningkatan trafik data dan peluncuran jaringan 5G di berbagai daerah. “Dengan sinergi grup yang terus berlanjut, integrasi yang lebih baik, peningkatan konektivitas dan kapasitas jaringan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya, sehingga laba bersih MTEL bisa mencapai Rp 2,4 triliun tahun ini,” tulisnya.
MNC Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keputusan Mitratel (MTEL) yang membagikan dividen tahun buku 2024 Rp 2,1 triliun atau rasio 98%. Dividen tersebut mencerminkan imbal hasil (yield) sebesar 4,2%. Dividen tersebut akan dibagikan pada 2 Juli tahun ini.

