Mitratel (MTEL) Berhasil Pertahankan Kenaikan Laba Jadi Rp 2,11 Triliun di 2024, Faktor Ini Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) atau Mitratel sukses pertahankan peningkatan laba tahun berjalan sebanyak 4,8% dari Rp 2,01 triliun menjadi Rp 2,11 triliun pada 2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan.
Berdasarkan data kinerja keuangan Mitratel diungkapkan peningkatan pendapatan Rp 9,31 triliun pada 2024. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 7,2% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 3,95 triliun.
Penyumbang utama pertumbuhan pendapatan berasal dari bisnis penyewaan menara atau tower leasing menjadi penyumbang sebanyak Rp 7,63 triliun atau bertumbuh sebanyak 6,9%. Sementara itu, pendapatan dari segmen fiber optic juga terus bertumbuh sebesar 64,3% menjadi Rp 486 miliar dari tahun sebelumnya. Mitratel (MTEL) juga berhasil memeprtahankan peningkatan EBITDA sebanyak 10,2% menjadi Rp 7,69 triliun.
Baca Juga
Tak Hanya Kejar Pertumbuhan Kinerja Keuangan, Mitratel (MTEL) Konsisten Dukung SDGs
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) mengatakan, pencapaian tahun 2024 tidak lepas dari ekspansi Mitratel dalam menambah portofolio aset, terutama di luar Jawa. Strategi tersebut sejalan dengan rencana bisnis perusahaan operator seluler yang tengah menggelar ekspansi keluar Jawa, baik untuk memperluas coverage, pangsa pasar hingga meningkatkan kualitas koneksi internet di rural area.
“Di saat yang sama, kami terus mengoptimalkan aset produktif dan memperbanyak penggunaan teknologi digital dalam operasional bisnis. Strategi ini bukan hanya membuat bisnis model semakin efisien, namun meningkatkan experience pelanggan, karena kami mampu menawarkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan pengelolaan biaya membuat margin EBITDA semakin baik,” kata Teddy dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Dia menjelaskan, Mitratel akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis operator seluler dalam efisiensi sekaligus membantu ekspansi ke sejumlah wilayah baru pusat pertumbuhan ekonomi. “Portofolio menara dan fiber kami tersebar merata di seluruh Indonesia. Jaringan infrastruktur yang kami miliki akan memudahkan para operator seluler untuk memperdalam penetrasi pasar dan mengembangkan bisnis, terutama di area rural,” katanya.
Baca Juga
Tower Non-Baja Mitratel (MTEL) Raih Penghargaan Produk & Model Bisnis
Tahun lalu, Mitratel berhasil menambah sebanyakhan sebanyak 1.390 menara, sehingga total menara yang dimiliki bertambah menjadi 39.404 unit tahun 2024. Penambahan tersebut kian memantapkan Mitratel (MTEL) sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dari sisi jumlah kepemilikan menara.
Mitratel terus mencatatkan kenaikan jumlah kolokasi dari 19.395 pada tahun 2023 menjadi 20.464 tenant pada 2024 atau bertumbuh sebanyak 5,5%. Jumlah tenant juga bertumbuh 4,3% dari 57.409 menjadi 59.868 tenant. Peningkatan ini berdampak pada tenancy ratio ke level 1,52x. Penyewaan menara telekomunikasi luar Jawa catatkan pertumbuhan tenant tertinggi mencapai 5%, dibandingkan Jawa sebesar 3%.
Ekspansi Fiber Optic
Teddy mengatakan, Mitratel terus mengembangkan portofolio di ekosistem menara, yaitu fiber optik untuk memenuhi kebutuhan operator seluler terhadap jaringan transport berlatensi rendah seiring dengan perkembangan teknologi 5G. Hal ini tercermin dari pencapaian Mitratel dalam menambah panjang fiber optic sepanjang 18.518 KM tahun 2024, baik secara organik maupun inorganik.
Dengan tambahan ini, total panjang fiber optic billable Mitratel meningkat menjadi 51.039 KM pada akhir 2024 atau meningkat 56,9% dari tahun sebelumnya. Penambahan terbanyak berasal dari akuisisi PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), anak usaha PT PP Infrastruktur dari grup PT PP Tbk (PTPP).
Akuisisi ini juga berpotensi meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan perseroan mengingat UMT memiliki aset fiber optik sepanjang 8.101 KM dengan billable length 12.524 KM.

