Hati-Hati! Aksi Rotasi Portofolio Asing Bayangi Pergerakan IHSG Sepekan ke Depan
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham diprediksi masih akan diwarnai tekanan sepanjang pekan ini, periode 30 September – 4 Oktober 2024.
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas menilai, tekanan terjadi seiring potensi switching atau rotasi portofolio yang dilakukan pemodal asing sering stimulus moneter oleh People's Bank of China (PBoC) pada pekan lalu.
‘’Stimulus moneter PBoC mendorong ekspektasi peningkatan demand dari Tiongkok dengan sasaran pada saham-saham luxury goods,’’ urai Tim Riset PT Phintraco Sekuritas dalam riset mingguan yang dikutip, Minggu (29/9/2024).
Sentimen PBoC telah membuat aksi jual asing pada saham-saham dometik, yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan sebesar 2,62% sepanjang pekan lalu, dan ditutup di level 7.696,91, Jumat (27/9/2024).
Baca Juga
Saham SIDO dan KLBF Dinilai Undervalued, Target Harga Sahamnya Dikerek
“Stimulus PBoC memicu peningkatan appetite pasar terhadap pasar modal Asia Timur, sehingga turut menekan IHSG sejalan dengan net sell investor asing signifikan dalam beberapa hari perdagangan terakhir,” demikian Tim Riset Phintraco Sekuritas.
Selain pasar di Asia Timur, penguatan juga tampak di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Pekan lalu, indeks Dow Jones bahkan menguat 0,33% dan berhasil membukukan level tertinggi baru pada Jumat, (27/9/2024).
Penguatan bursa saham AS dipicu oleh data U.S. PCE yang turun ke level 2,2% secara tahunan (yoy) di Agustus 2024 dari 2,5% yoy di Juli 2024. ‘’Data ini memvalidasi agresivitas pemangkasan sukubunga the Fed dalam FOMC terakhir,’’ urai Tim Phintraco.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Relaunching Kartu Kredit MyPertamina Card
Mencermati momentum rotasi investasi asing, Tim Phintraco Sekuritas meramal untuk pekan ini, IHSG akan bergerak melebar di kisaran level 7.600 – 7.800, dengan pivot di level 7.700.
Meski IHSG diramal tertekan, sejumlah saham justru berpotensi menguat, diantaranya saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Eraja Swasembada Tbk (ERAA), PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan saham PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi (MIDI).
Grafik Pergerakan IHSG:

