Wall Street Melaju di Tengah Rotasi Portofolio Saham AI, Dow dan S&P 500 Cetak Rekor Baru
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Kamis waktu AS atau Jumat (12/12/2025) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencapai level tertinggi baru. Pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan kinerja mengecewakan Oracle mendorong investor keluar dari saham teknologi berperforma tinggi menuju saham yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi AS.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Setelah The Fed Pangkas suku Bunga, Dow Terbang Hampir 500 Poin
Dow yang berisi 30 saham utama naik 646,26 poin atau 1,34% ke 48.704,01, mencetak rekor penutupan terbaru sekaligus rekor intraday. Kenaikan saham Visa setelah mendapat peningkatan peringkat dari Bank of America turut memberi dorongan. Indeks S&P 500 juga naik 0,21% ke 6.901,00 — rekor penutupan baru. Namun, Nasdaq Composite melemah 0,25% ke 23.593,86.
Saham Oracle anjlok hampir 11% setelah perusahaan komputasi awan itu mencatat pendapatan kuartalan yang mengecewakan dan menaikkan proyeksi belanja, sehingga memicu kekhawatiran mengenai beban utang. Laporan tersebut memperpanjang perdebatan mengenai seberapa cepat perusahaan teknologi dapat memperoleh imbal hasil dari investasi besar mereka di bidang kecerdasan buatan, dan memicu rotasi portofolio.
Saham-saham terkait AI lain juga melemah, termasuk Nvidia dan Broadcom yang masing-masing turun lebih dari 1%. Sebaliknya, saham siklis seperti Home Depot menguat.
“Pasar memang mencermati Oracle dan, pada gilirannya, perdagangan AI secara keseluruhan, karena ada komitmen bernilai triliunan dolar, namun jelas sulit memprediksi hasil akhirnya. Oracle, dalam beberapa hal, bertindak sebagai peringatan dini,” beber Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers, seperti dikutip CNBC. Karena itu, menurut dia, wajar saja pasar melakukan rotasi menjauh dari sektor itu.
Sentimen negatif di sektor teknologi memotong momentum sesi sebelumnya, ketika S&P 500 hampir mencetak rekor baru setelah The Fed yang terbelah memutuskan pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, menempatkan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%. The Fed juga menegaskan tidak melihat kenaikan suku bunga ke depan.
Baca Juga
The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Dengan perusahaan kecil lebih sensitif terhadap penurunan suku bunga karena biaya pinjaman mereka lebih terkait dengan pasar, indeks small-cap Russell 2000 juga mencetak rekor intraday dan penutupan pada Kamis, mengikuti penguatan yang terjadi setelah pemangkasan suku bunga pada Rabu.
Sosnick menambahkan bahwa reli akhir tahun — Santa Claus rally — “nyaris tak terhindarkan” dan bisa mendorong S&P 500 melewati level 7.000. Namun, ia memperkirakan tekanan terhadap pasar lebih luas tahun depan, dengan target S&P 500 pada akhir 2026 di kisaran 6.500. Ia menyebut risiko dari sektor AI, pergantian ketua The Fed, serta pemilu paruh waktu sebagai titik rawan.
“Jika tenaga dari perdagangan AI memudar, maka sektor lain harus bekerja jauh lebih keras,” ujarnya.

