Tawarkan Return Tinggi, Reksa Dana dan Trading Kripto Diminati Kalangan Muda
JAKARTA, investortrust.id - Minat masyarakat khususnya kalangan muda terhadap sejumlah instrumen investasi belakangan ini menunjukkan peningkatan yang pesat.
Trading kripto dan reksa dana merupakan dua instrumen investasi yang sedang naik daun karena diminati kalangan muda. Terlihat dari pertumbuhan jumlah investor dan nilai aset di dua instrumen tadi.
Tingginya minat kalangan muda terhadap reksa dana dan trading kripto dimotivasi oleh pertumbuhan imbal hasil atau return.
Tapi sejatinya kedua instrumen tadi punya perbedaan karakteristik, di mana reksa dana biasanya dapat memberikan return optimal untuk horizon jangka panjang dengan tingkat risiko lebih terukur.
Sementara trading kripto berpotensi memberikan keuntungan tinggi dalam jangka pendek, tapi potensi risiko yang dihadapi investor juga tinggi.
Baca Juga
Suku Bunga Dipangkas, Reksa Dana Pendapatan Tetap Masih Akan Moncer
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana sebesar 12,88 juta per 31 Agustus 2024, meningkat 2,44% dibanding posisi di bulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya atau sekitar 55,08% adalah generasi Z dan 24,27% adalah generasi milenial.
Menurut Senior Vice Presiden and Head of Retail Henan Putihrai, Reza Fahmi Riawan, ini menunjukkan Gen Z semakin mendominasi pasar modal Indonesia, meskipun nilai aset yang mereka miliki masih relatif kecil dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
“Generasi Z dan milenial mendominasi pasar ini, dengan sekitar 70% investor berasal dari dua generasi tersebut,” kata Reza saat dihubungi investortrust.id Jumat (20/9/2024).
Dihubungi terpisah, Chief Marketing Officer Tokocrypto, Wan Iqbal, mengatakan aset kripto sebagai aset digital dianggap inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi terbaru, yang sejalan dengan kecenderungan Gen Z yang sangat akrab dengan teknologi.
“Mereka ingin terlibat dalam teknologi masa depan, seperti blockchain, web3 dan NFT. Meskipun volatilitasnya tinggi dan risikonya besar, Gen Z melihat ini sebagai peluang untuk pertumbuhan finansial cepat,” kata Wan Iqbal.
Baru-baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia, hingga Juli 2024, jumlah total investor sebanyak 20,59 juta. Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 20,24 juta investor.
Return Investasi
Terkait return investasi reksa dana selama 10 tahun terakhir, Reza memaparkan, rata-rata return reksa dana campuran berkisar antara 96,75% hingga 225,21%, atau sekitar 13% per tahun.
Ia juga menyebutkan produk besutan Henan Asset pada 15 tahun ini unggul terutama pada produk reksa dana saham, yaitu Reksa Dana Ultima Ekuitas yang mencatatkan performance return pada 15 tahunnya sebesar 206,61%
“Fakta ini menunjukkan bahwa reksa dana dapat memberikan imbal hasil yang kompetitif dan stabil dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya,” tambah Reza.
Sementara return pada aset kripto, Wan Iqbal menjelaskan, pada koin Bitcoin misalnya, mengalami kenaikan nilai yang signifikan sejak pertama kali diperkenalkan.
Baca Juga
AUM Melesat 32,39%, Reksa Dana BRIF Milik BRI-MI Raih Penghargaan
Pada 2013, harga Bitcoin berkisar sekitar US$ 100, sementara pada 2021, harganya mencapai puncakya lebih dari US$ 60.000, menghasilkan peningkatan lebih dari 60.000%
Meskipun potensi return kripto sangat besar dan volatilitasnya yang tinggi. Harga kripto dapat mengalami fluktuasi ekstrim dalam waktu singkat, yang berarti investor harus siap dengan risiko kerugian besar jika pasar mengalami penurunan tajam.
“Dibandingkan dengan investasi lain yang lebih stabil seperti saham atau reksa dana, kripto menawarkan keuntungan yang jauh lebih besar, tetapi dengan risiko yang juga lebih tinggi,” ujar dia.
Wan Iqbal juga mengingatkan untuk berinvestasi dalam kripto, pastikan memahami risiko yang terkait dan melakukan riset yang mendalam.

