Begini Kronologi Lengkap Peretasan yang Bikin Pelanggan Indodax Dag Dig Dug 3 Hari
JAKARTA, investortrust.id - Belum lama ini insiden peretasan yang dialami salah satu platform digital aset exchange di Indonesia, Indodax, sempat mengkhawatirkan publik. Pasalnya, pasca peretasan, platform ini mengalami maintenance hampir 80 jam.
CEO Indodax Oscar Darmawan blak-blakan terkait kronologi peretasan tersebut. Menurutnya insiden berlangsung pada dini hari sekitar jam 04.00 pagi. Saat itu juga para direksi diberi warning oleh tim internal security kalau terjadi sebuah anomali.
“Kemudian para direksi Indodax semuanya juga stand by, mengamati situasi, kemudian kita melakukan langkah-langkah yang sudah kita persiapkan,” ujarnya, dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (18/9/2024).
Oscar mengatakan, di dalam sistem crypto exchange itu selalu ada tiga jenis dompet digital yang digunakan untuk menampung aset kripto, yaitu cold wallet, warm wallet, dan hot wallet. Para hacker kemudian diketahui menyerang hot wallet.
Baca Juga
Indonesia Peringkat ke-3 Adopsi Kripto di 2024, Kasus Indodax Diretas akan Geser Posisi Tersebut?
“Di hot wallet itu memiliki total jutaan juta dolar. Dari jumlah tersebut, sebagiannya kita melihat ada keanehan. Yang terjadi pada sistem security yang ada di Indodax otomatis langsung memastikan deposit,” katanya.
Kemudian, ia ingin mengetahui yang dijebol oleh hacker yaitu sistem trading atau wallet-nya, karena kedua hal tersebut berbeda. Pada akhirnya, sistem trading menunjukan kondisi aman, sementara server yang berhubungan dengan wallet diketahui berhasil dijebol hacker.
“Kita lihat ada exploit di situ, kemudian selama 80 jam itulah kita berusaha menambal, mencari exploit-nya, memetakan cara serangannya, kemudian memastikan semuanya aman,” ucap Oscar.
Baca Juga
Dalam proses perbaikan tersebut, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng enam security investigator agency yang mampu membantu dan memastikan bahwa keamanan internal di Indodax harus benar-benar terjamin.
“Baru kemudian setelah 80 jam itu sistemnya kita buka kembali,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan tim Indodax cukup rapih. Karena begitu ada insiden, seluruh orang di sana harus tahu apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki persoalan.
“Karena kita memang punya prosedur apa yang harus dilakukan pada saat terjadi tindakan darurat alias mitigasi risiko,” kata Oscar.
Sekadar informasi, saat ini Indodax sudah kembali beroperasi normal, terhitung sejak Sabtu (14/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya mengalami maintenance yang memakan waktu lebih dari tiga hari atau sekitar 77 jam, sejak Rabu (11/9/2024) pukul 10.00 WIB.

