Begini Penguatan Indodax Usai Insiden Peretasan
JAKARTA, investortsrust.id - Pasca insiden peretasan pada Rabu (11/9/2024), Indodax melakukan berbagai penguatan untuk menjamin dana pengguna aman. Hal tersebut tercermin dari waktu maintenance yang memakan waktu lebih dari 77 jam.
“Pada saat maintenance yang pertama kita lakukan investigasi, memetakan serangan, kemudian kita hardening system juga, dan memastikan sistemnya mampu berjalan kembali dengan baik,” ujar CEO Indodax Oscar Darmawan, dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (18/9/2024).
Setelah itu semua berjalan normal, lanjut Oscar, yang pihaknya lakukan adalah optimalisasi. Upaya tersebut dilakukan sekitar Selasa malam (17/9/2024), memakan waktu kurang lebih setengah jam.
“Karena setiap crypto exchange yang punya order book kita perlu melakukan optimalisasi untuk memastikan sistemnya berjalan dengan smooth,” katanya.
Baca Juga
Ramai Kabar Pengguna Akan Tarik Dana Usai Maintenance Beres, Ini Tanggapan CEO Indodax
Order book sendiri merupakan daftar digital yang menunjukan semua pesanan (buy orders) dan jual (sell orders) untuk sebuah aset kripto. Order book ini diperbaharui secara real time, memungkinkan trader untuk melihat supply, demand, serta likuiditas pasar, sehingga membantu mengambil keputusan dalam perdagangan.
Terlepas dari itu, hal yang paling krusial menurut Oscar apabila suatu crypto exchange tidak bisa mengatasi dengan cepat suatu masalah, atau perusahaan tidak memiliki SOP (standard operating procedure) untuk menentukan dan memetakan bagaimana cara memitigasi kondisi berisiko tersebut.
“Kita bisa melihat banyak crypto exchange yang kurang beruntung yang pada saat terjadi serangan, yang kena bukan cuman hot wallet-nya saja. Kalau hot wallet-nya diisi terus itu saldo atau reserve perusahaan bisa tersedot keluar. Ini yang sangat berbahaya pada saat crypto exchange terkena hack,” ucapnya.
Baca Juga
Sekadar informasi, saat ini Indodax sudah kembali beroperasi normal, terhitung sejak Sabtu (14/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya mengalami maintenance yang memakan waktu lebih dari tiga hari atau sekitar 77 jam, sejak Rabu (11/9/2024) pukul 10.00 WIB.
Maintenance tersebut dilakukan usai salah satu platform digital asset exchange tersebut mengalami peretasan yang kabarnya menimbulkan kerugian mencapai US$ 20,58 juta atau setara Rp 317,24 miliar.

