Indodax kena Hack dan hingga Saat ini Masih Maintenance, 6,8 Juta Pelanggannya Dag Dig Dug
JAKARTA, investortrust.id - Kasus peretasan yang menyerang Indodax menyulut kekhawatiran di masyarakat, khususnya kalangan komunitas kripto tentang keamanan platform tersebut. Bahkan, ada beberapa pelanggan Indodax yang berencana menarik asetnya.
Di sisi lain, Indodax justru mengadakan giveaway di saat urusan peretasannya belum beres, yang mana program itu kurang mendapat sambutan positif dari para pelanggannya. Apalagi di tengah ketidakpastian apakah benar uang mereka akan kembali 100% secara mereka belum bergabung dengan bursa kripto Tanah Air. Berdasarkan pantauan Investortrust sistem Indodax masih maintenance hingga pukul 11.35 WIB, Jumat (13/9/2024).
Indodax mencatat jumlah penggunanya sekitar 6,8 juta pengguna. Di mana, nilai transaksi perdagangannya sejak Januari 2024 sampai 27 Agustus 2024 melonjak hingga 195,2% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara berdasarkan data Bappebti, jumlah pelanggan aset kripto mencapai 20,59 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Di mana nilai transaksi pun meningkat 353,94% secara tahunan menjadi Rp 344,09 triliun per Juli 2024.
Menurut berbagai sumber yang dihimpun investortrust.id, Jumat (13/9/2024), salah satu platform exchange terbesar di Indonesia yaitu Indodax, belum lama ini mengalami peretasan. Diduga kerugian berupa kehilangan nilai asetnya mencapai US$ 22 juta atau setara Rp 339,6 miliar.
Akibat insiden tersebut para pengguna khawatir akan keamanan aset mereka. Ditambah, pasca kabar peretasan tersebut, platform Indodax tidak dapat diakses, baik dari web maupun aplikasi. Akibatnya, tak sedikit pengguna yang berencana untuk menarik asetnya dari platform Indodax.
Baca Juga
Warganet hingga Anak Hotman Paris Sesalkan Indodax “Giveaway” saat Kasus Peretasan Belum Beres
Salah seorang pengguna Indodax yang tidak mau disebutkan namanya merasa kecewa terhadap platform tersebut. Ia menyayangkan, sebagai salah satu platform exchange terbesar di Indonesia, seharusnya Indodax menomor satukan aspek keamanan.
“Ditambah minimnya komunikasi dan pembaruan terkini dari pihak Indodax mengenai proses perbaikan. Sampai saat ini sudah 24 jam belum ada kepastian,” katanya.
Ia berharap agar pemeliharaan sistem yang tengah dilakukan dapat segera dirampungkan, khususnya dari segi penguatan keamanan. Usai perbaikan platform, ia menyatakan akan memindahkan sebagian besar asetnya ke platform lain.
Baca Juga
Beri Keamanan, Bank Sentral Uni Emirat Arab Setujui Produk Asuransi untuk Kripto
“Mungkin sekitar 60% aset saya akan dipindahkan, sementara sisanya tetap di Indodax,” ujar dia.
Setali tiga uang, pengguna lain yang juga tak mau diketahui namanya khawatir peretasan ini akan berimbas pada proses penarikan aset mereka. Hal ini didorong kecemasan lebih lanjut akan ketidakpastian dari pemeliharaan sistem yang saat ini tengah berlangsung.
Menurutnya, ia pernah mengalami kejadian serupa ketika menggunakan platform exchange luar negeri yang memiliki pola mirip. Platform tersebut memberikan jaminan palsu jika semuanya aman, namun ketika sistem kembali normal, proses penarikan aset seringkali dipersulit.
“Semoga kali ini kasusnya berbeda sehingga tidak perlu sampai berurusan dengan hukum,” ucapnya.
Seperti diketahui, salah satu platform exchange terbesar di Indonesia yaitu Indodax pada Rabu (11/9/2024) pagi mengalami serangan siber atau peretasan. Dikabarkan, akibat hal tersebut membuat Indodax rugi dengan kehilangan aset mencapai US$ 22 juta atau setara Rp 339,6 miliar.
Indodax Akan Tanggung Kerugian
Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) Indodax William Sutanto menyatakan, pihaknya akan menanggung kerugian atas kasus peretasan ini. ”Your assets are SAFU,” cuitnya di X.
SAFU adalah secure asset fund for users alias aset aman untuk pengguna. Perusahaan memiliki cadangan dana yang disisihkan untuk melindungi aset pengguna dari potensi kerugian atau peretasan.
Di sisi lain, CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan, saat ini pihaknya telah melakukan investigasi siber forensik atas seluruh basis data, perangkat lunak (software) dan server terus dilakukan bersama dengan pihak eksternal.
“Kami secara rutin akan memberikan perkembangan hasil investigasi. Kami ingin memastikan sistem kembali berjalan normal tanpa ada risiko keamanan,” ujarnya, melalui akun instagram pribadi, Kamis (12/9/2024) sore.
Ia juga memastikan jika dana pengguna, baik dalam bentuk rupiah maupun aset kripto terjamin keamanannya 100%. “Kami akan mengeluarkan proft of reserve milik Indodax, sehingga anggota bisa melihat aset kripto 100% sesuai saldo wallet,” kata Oscar.

