Jajaki BTS Terbang, Begini Dampaknya bagi Prospek Keuangan dan Saham Mitratel (MTEL)
JAKARTA, investortrust.id – Rencana PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menjajaki terobosan BTS terbang (flying tower system) dengan AALTO HAPS Ltd (AALTO) bisa menjadi sentimen positif. Keputusan tersebut merupakan langkah progresif dan strategis yang bisa berimbas terhadap pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Mitratel bersama dengan AALTO HAPS Ltd (AALTO) sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki penyediaan solusi HAPS komersial di Indonesia. Mitratel merupakan perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan 38.000 menara telekomunikasi dan lebih dari 37.000 KM fiber optic.
Sedangkan AALTO HAPS Ltd (AALTO) merupakan perusahaan yang mendesain, memproduksi dan mengoperasikan high altitude platform station (HAPS) bertenaga surya Zephyr.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Gandeng AALTO Kembangkan HAPS Tenaga Surya untuk Daerah 3T
Pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono mengatakan, terobosan BTS terbang akan memperluas infrastruktur dan varian jenis infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini demi meningkatkan akses terhadap konektivitas yang terjangkau dan efektif di seluruh wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pasalnya, perkembangan teknologi dinilai menjadi hal yang tidak bisa dihindari dan akan memicu kompetisi yang semakin ketat, bahkan disrupsi, termasuk teknologi BTS.
Proyeksi Kinerja Keuangan MTEL
“Keputusan Mitratel bekerja sama dengan AALTO HAPS Ltd untuk memproduksi dan mengoperasikan High Altitude Platform Station (HAPS) bertenaga surya Zephyr merupakan sebagai langkah yang progresif dan strategis,” menurut Wahyu di Jakarta, pekan lalu.
Menurut dia, kolaborasi tersebut sangat cocok dan sesuai dengan tantangan bisnis pada kondisi geografis Indonesia. “Zephyr kan platform muatan agnostik yang dapat berubah menjadi menara multi-fungsi di udara untuk menyediakan layanan konektivitas seluler hingga 5G langsung ke perangkat. Dengan latensi rendah di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, khususnya di daerah terpencil,” papar Wahyu.
Baca Juga
Kinerja Mitratel (MTEL) Tumbuh Berkelanjutan Semester I-2024, Dirut Ungkap Faktor Pendorong Ini
Wahyu pun percaya kerja sama baru tersebut akan semakin membuat potensi kinerja keuangan MTEL meningkat dalam jangka panjang. Apalagi sektor telekomunikasi dan teknologi memiliki peran penting dan strategis dalam jangka Panjang. “Selama ini, kinerja keuangan Mitratel cukup mantap. Jadi Jika layanan makin bertambah, didukung BTS terbang, potensi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diharapkan semakin kuat,” ujar Wahyu.
Terkait potensi pergerakan harga saham MTEL, dia mengatakan, cukup baik dan sedang konsolidatif belakangan ini. Namun sejak awal tahun, harga saham MTEL terhitung tergerus 4,26%. Alhasil secara konsolidasi harga saham saat ini dapat bergerak pada kisaran Rp 640-700 per saham. “Jika tembus Rp 700 bisa mengarah ke area Rp 770-800. Sedangkan dalam jangka panjang bisa menembus ke level Rp 900-1.000,” ujar Wahyu.
Tumbuh Stabil
Sementara itu, analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi mengatakan, kinerja keuangan Mitratel sepanjang semester I-2024 bertumbuh konsisten dan stabil. Hal ini terlihat dari kenaikan pendapatan 7,75% dari Rp 4,13 triliun menjadi Rp 4,45 triliun. Begitu juga dengan laba bersih sebanyak 4,11% dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 1,06 triliun.
“Hingga kini, MTEL juga masih mengukuhkan posisinya sebagai pemilik menara terbanyak di Indonesia, terlepas situasi kondisi higher for longer yang masih berlangsung, neraca keuangan tetap kuat, serta segmen penyewaan Menara tumbuh stabil dengan fiber segment sebagai mesin pertumbuhan MTEL ke depan,” terangnya.
Baca Juga
Seiring Performa dan Potensi Kuat, Valuasi Saham Mitratel (MTEL) Menarik!
Berbagai factor tersebut mendorong NH Korindo Sekurtias mempertahankan rekomendasi beli saham Rp 840 per saham. Target harga ini mencerminkan perkiraan forward EV/EBITDA tahun ini sekitar 11,4 kali. Saham MTEL saat ini berada di harga sangat menarik dan aktraktif untuk diperdagangakan.
NH Korindo sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Mitratel (MTEL) menjadi Rp 2,17 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,31 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun 2025 diprediksi naik masing-masing menjadi Rp 10,01 triliun dan Rp 2,43 triliun.
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960 per saham. Target harga tersebut mempertimbangkan realisasi laba bersih sepanjang semester I-2024 sudaha sesuai ekspektasi. Laba tersebut telah merefleksikan sekitar 49% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 49,9% dari target consensus analis.
Grafiki Saham MTEL

