Seiring Performa dan Potensi Kuat, Valuasi Saham Mitratel (MTEL) Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – NH Korindo Sekuritas Indonesia menyebutkan valuasi saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sudah sangat menarik, karena harga saham emiten menara telekomunikasi terbesar di Indonesia ini diperdagangan di bawah standard diviasi rata-rata EV/EBITDA sejak penawaran umum perdana (initial public offering) saham.
“Valuasi saham MTEL saat ini berada di angkat sangat menarik dan atraktif, sehingga dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 765 per saham atau terbuka penguatan 25,56% dalam beberapa hari ke depan,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Dibagikan 12 Juni, Mitratel (MTEL) Tetapkan Dividen Rp 1,5 Triliun
Menariknya valuasi saham Mitratel (MTEL), terang dia, juga didukung tren pertumbuhan penyewa menara telekomunikasi tahun ini yang berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan laba bersih. Pertumbuhan juga didukung berlanjutnya ekspansi bisnis terkait segmen menara telekomunikasi.
Target harga tersebut juga menggambarkan neraca keuangan MTEL yang kuat dengan rasio utang terkendali dan tidak memiliki risiko mata uang asing, sehingga berlanjutnya situasi higher for longer tak berimbas terhadap kinerja keuangan. Laba bersih perseroan diprediksi naik menjadi Rp 2,17 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun. Begitu juga dengan pendapatan diestimasi melesat dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,31 triliun.
Estimasi Keuangan MTEL
Menariknya valuasi saham MTEL juga didukung keberhasilan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini mencatatkan kinerja keuangan dan operasional kuat selama kuartal I-2024. Kinerja yang kuat tersebut menjadi pijakan solid dan stabil bagi perseoran ke depan. Pijakan terlihat dari kenaikan laba bersih sebanyak 4% menjadi Rp 521 miliar, pendapatan naik 7,3% menjadi Rp 2,21 triliun, dan EBITDA melesat 9,9% menjadi Rp 1,84 triliun.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh Jadi Rp 521 Miliar, Manajemen Ungkap Pendorongnya
Secara operasional, Leonardo menyebutkan, segmen menara tetap perkasa dengan kontribusi terbesar terhada total pendapatan MTEL hingga kuartal I-2024. Kenaikan segmen ini ditopang peningkatan kolokasi dan penambahan jumlah menara melalui akuisisi tahun lalu.
Mitratel (MTEL) juga berhasil melanjutkan efisiensi yang tercermin dari penurunan beban operasional sebanyak 3,8% menjadi Rp 365 miliar hingga Maret 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 379 miliar. Faktor utama berasal dari penurunan beban perencanaan, operasional, dan pemeliharaan menara telekomunikasi. Penurunan juga berasal dari penurunan beban lain-lain dikarenakan transisi perubahan model bisnis perseroan.
Tak Signfikan
Terkait dampak merger XL Axiata dengan Smartfren, dia mengatakan, tidak berdampak negatif terhadap penyewaan menara telekomunikasi MTEL. Sebab, berdasarkan data kontribusi terbesar pendapatan perseroan disumbangkan operator Telkomsel, Indosat, dan XL. Sedangkan pertumbuhan paling pesat datang dari pelanggan Indosat dan EXCL pada kuartal I-2024.
“Jika dilihat proporsi pendapatan per penyewa, konsolidasi EXCL dengan FREN tidak begitu berpengaruh terhadap pendapatan MTEL ke depan,” terangnya.
Baca Juga
Meski Starlink Cs Bisa Terkoneksi Langsung ke Ponsel, Menara Telekomunikasi Disebut Tak Tergantikan
Terkait segmen bisnis jaringan fiber, Leonardo mengatakan, menjadi harapan baru pertumbuhan kinerja keuangan MTEL ke depan. Apalagi perseroan telah menguasai sepanjang 36.257 km jaringan fiber, yaitu mencapai 15.924 km di pulau Jawa dan sisanya luar Jawa 20.333 km. Segmen jaringan fiber menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan pendapatan sebanyak 148,8% menjadi Rp 85 miliar pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 34 miliar.
Hingga kuartal I-2024, Mitratel (MTEL) memiliki 38.135 unit menara telekomunikasi atau meningkat dari periode sama tahun lalu 36.439 unit. Jumlah penyewa naik dari 53.137 menjadi 57.808 penyewa. Sedangkan tenancy ratio bertumbuh dari angka 1,46 kali kuartal I-2023 dan 1,52 kali pada kuartal IV-2023 menjadi 1,52 kali pada kuartal I-2024.
Grafik Saham MTEL

