Kinerja Amman (AMMN) Melejit, Analis Pasang Target Harga hingga Level Ini
JAKARTA, investortrust.id – Keberhasilan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan lompatan kinerja keuangan pada kuartal II-2026 mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah analis. Hal ini menjadikan saham AMMN dipertahankan dengan rekomendasi beli.
AMMN berhasail membukukan laba bersih US$ 388 juta pada kuartal II 2026, melonjak 142% secara kuartalan (q-q). Dengan demikian, laba bersih semester I-2026 mencapai US$ 548 juta. Adapun pendapatan semester I-2026 mencapai US$ 2,052 miliar, melonjak 1.024% y-y.
Baca Juga
Smelter Amman (AMMN) Kantongi Sertifikat Penyelesaian Proyek, Produksi Masuk Fase Penuh
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa realisasi laba bersih tersebut setara dengan 60% dari proyeksi tahun 2026 yang ditetapkan BRI danareksa Sekurtias dan 58% dari konsensus. Begitu juga dengan pendapatan telah merefleksikan masing-masing 58% dan 54% dari proyeksi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus untuk tahun 2026.
Emas menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan AMMN. Pendapatan emas pada kuartal II-2026 mencapai US$ 640 juta, meningkat 148% q-q dan menyumbang sekitar 88% dari kenaikan pendapatan secara kuartalan.
Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan emas olahan dan konsentrat emas masing-masing sebesar 209% dan 196% q-q. Adapun, pendapatan tembaga mencapai US$ 604 juta, naik 10% q-q. Pertumbuhan tersebut didorong lonjakan penjualan konsentrat sebesar 179% q-q, meski sebagian diimbangi penurunan penjualan katoda sebesar 31%.
Baca Juga
Jelang Pengumuman BI Rate, IHSG Intraday Anjlok 75 Poin Terseret Seluruh Sektor Saham
Pencapaian tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 6.000. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peningkatan panduan produksi konsentrat emas 2026 sebesar 34% menjadi 775 ribu ons (koz). Manajemen juga memperkenalkan panduan produksi 130 ribu ton katoda dan 350 ribu ons emas olahan untuk 2026.
Pandangan positif saham AMMN juga datang dari tim riset Mandiri Sekuritas. Riset tersebut menilai bahwa kinerja AMMN pada semester I 2026 sejalan dengan estimasi setelah pendapatan mencapai US$ 2,1 miliar dengan laba bersih US$497,9 juta.
Mandiri Sekuritas menyebut pertumbuhan AMMN didorong peningkatan penjualan konsentrat serta ramp-up smelter dan PMR. Peningkatan produksi dari Phase 8 juga mendukung kinerja laba. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 7.100.
