Kinerja BRMS Diprediksi Melejit hingga 2027, Target Harga Saham Bisa Menuju Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diproyeksi cetap pertumbuhan kinerja keuangan signifikan setidaknya hingga 2027. Peluang pertumbuhan pesat tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya memasang target harga saham BRMS dengan kenaikan 15% ke kisaran Rp 1.100.
Analis Mirae Asset, Muhammad Farras Farhan dan Wilbert Arifin, menilai BRMS berkembang menjadi produsen emas dan tembaga multi-aset. Perseroan mengandalkan basis sumber daya kadar tinggi milik Citra Palu Minerals (CPM) serta peningkatan kapasitas pemrosesan hingga 8.500 ton per hari. “Tambang bawah tanah berkapasitas 19,6 juta ton dengan kadar 6 g/t emas dan potensi monetisasi Gorontalo Minerals memperkuat visibilitas pertumbuhan jangka panjang,” tulis Farras.
Baca Juga
IHSG Kian Dekat 8.500, Sektor Perbankan & Asing Jadi Mesin Pendorong Reli Akhir Tahun
Dia menjelaskan BRMS menonjol sebagai penambang kelas menengah dengan potensi produksi kuat, didukung kadar emas unggul, fasilitas CIL dan pelindian tumpukan terintegrasi, serta diversifikasi ke seng dan timbal.
Hasil kunjungan lapangan menunjukkan BRMS berada di jalur untuk memenuhi target produksi. Peningkatan kapasitas CIL CPM menuju 8.500 tpd dan progres tambang bawah tanah berjalan efisien. Tambang ini memakai metode longhole stoping, yang secara global dapat menghasilkan bijih dalam 2–3 tahun. “Dengan kapasitas 18,8 juta ton, kadar 4,9 g/t, dan kedalaman hanya 300 meter, tambang bawah tanah ini sangat layak secara ekonomi,” tegasnya.
BRMS dinilai berada dalam posisi optimal untuk meningkatkan hasil produksi menjadi 91,9 koz pada 2026 dan 105,7 koz pada 2027.
Baca Juga
Kenaikan Harga Emas
Mirae Asset memperkirakan pendapatan BRMS akan naik seiring lonjakan produksi dore dari 78,0 koz (2025) menjadi 105,7 koz (2027), ditambah harga emas tinggi di kisaran US$ 3.900–4.000 per oz. Dengan leverage operasional yang besar, volatilitas harga emas sekitar 10% diperkirakan mampu menggeser laba bersih 24–27%.
“Analisis regresi kami menunjukkan ketahanan harga emas 2026 dengan hubungan terbalik kuat terhadap DXY (beta –1,13), sementara pelemahan DXY menuju 96 dipengaruhi penurunan suku bunga dan defisit AS yang melebar,” tulis Farras.
Pendapatan BRMS akhir 2025 diproyeksi tumbuh 64,81% (yoy) ke US$ 267 juta, dengan laba bersih US$ 60 juta atau naik 130,76% (yoy). Pada 2026, pendapatan diperkirakan naik 42,31% (yoy) ke US$ 380 juta dengan laba bersih US$ 108 juta atau tumbuh 80% (yoy). Tahun 2027, pendapatan diprediksi mencapai US$ 438 juta, naik 15,26% (yoy), dengan laba bersih US$ 143 juta atau tumbuh 32,4% (yoy).
Baca Juga
BUMI dan BRMS Bawa Reli Saham Grup Bakrie hingga Peluang Revaluasi Harga
“Faktor-faktor tersebut mendukung lingkungan harga emas yang konstruktif, menopang ekspansi pendapatan dan margin BRMS,” tambahnya. Mirae Asset mulai memasukkan BRMS sebagai rekomendasi dengan peringkat trading buy dan target harga Rp 1.100.
Farras menegaskan bahwa BRMS menawarkan potensi kenaikan ditopang peningkatan produksi hingga 105,7 koz pada 2027, kapasitas 8.500 tpd, serta tambang bawah tanah bermutu tinggi 18,8 Mt pada 4,9 g/t yang diperkirakan mulai berproduksi pada semester II-2026.
“Nilai tambah berasal dari potensi monetisasi Gorontalo Minerals (GM) yang masih di bawah harga, serta blok CPM yang belum dieksplorasi, didukung tata kelola yang lebih baik dan opsi M&A,” jelasnya.

