Amman Mineral (AMMN) Ungkap Lompatan Laba Atribusi 152,59% hingga Produksi Lampaui Target di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 152,59% menjadi US$ 636,89 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 252,14 juta.
Manajemen AMMN dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/3/2025), menyebutkan bahwa pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan bersih menjadi US$ 2,66 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,03 miliar.
Baca Juga
Freeport Diberi Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat, Bagaimana dengan Amman Mineral (AMMN)?
Pertumbuhan penjualan AMMN tersebut ditopang kenaikan pesat penjualan emas bersih dari US$ 885,45 juta pada 2023 menjadi US$ 1,46 miliar pada 2024. Begitu juga dengan penjualan tembaga meningkat dari US$ 1,14 miliar menjadi US$ 1,19 miliar pada 2024.
Kenaikan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan pesat laba kotor dari US$ 901,92 juta pada 2023 menjadi US$ 1,34 miliar pada 2024. Begitu juga dengan laba operasional naik dari US$ 767,22 juta menjadi US$ 1,18 miliar.
Pertumbuhan tersebut juga berdampak terhadap kenaikan laba tahun berjalan AMMN menjadi US$ 641,67 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 258,88 juta.
Produksi Lampaui Target
Kenaikan kinerja keuangan sepanjang tahun 2024 tersebut sejalan dengan peningkatan produksi tembaga sebanyak 27% menjadi 395 juta pon, produsi emas naik mencapai 73% menjadi 802.749 ons, dan produksi konsentrat sekitar 39% menjadi 755.083 metrik ton.
Baca Juga
Oversubscribed 3,5 Kali, Bank Mandiri Terbitkan Global Bond US$ 800 Juta
Manajemen AMMN menyebutkan bahwa produksi tembaga, emas, dan konsentrat melebihi panduan kinerja masing-masing sebesar 6%, 7%, dan 6%. “Amman kembali melampaui ekspektasi, mencatat peningkatan signifikan dalam produksi tambang dan produksi tembaga, emas, serta konsentrat hingga melampaui target yang diteapkan awal tahun,” tulis Dirut AMMN Alexander Ramlie dalam rilis di BEI, Kamis (20/3/2025).
Tahun ini, menurut manajemen, menjadi tonggak Sejarah bagi produksi emas di Batu Hijau. Pencapaian tersebut didororng bijih berkadar tinggi dari fase 7 serta focus tanpa henti pada efisiensi yang terus menjaga posisi AMMN sebagai produksen tambangan berbiaya rendah di dunia.
Amman Mineral (AMMN) mencatatkan kinerja mengesankan tersebut melalui anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang menguasai konsesi dan operator tambang Batu Hijau, tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

