Jelang Rights Issue, Tirta Orisa Yasa Jual Saham Bukit Uluwatu (BUVA) Rp 250 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Tirta Orisa Yasa melakukan divestasi sebanyak 250 juta saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan nilai transaksi mencapai Rp 250 miliar. Aksi ini dilakukan jelang penerbitan saham baru (rights issue) jumbo.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Agustus 2026, transaksi penjualan dilakukan pada 30 Juli 2026 dengan harga Rp 1.000 per saham. Dengan harga tersebut, nilai transaksi divestasi mencapai Rp 250 miliar.
Baca Juga
Bukit Uluwatu (BUVA) Akan Rights Issue Rp1,54 Triliun, Happy Hapsoro Jadi Pembeli Siaga
Setelah transaksi, kepemilikan Tirta Orisa di BUVA berkurang dari 709,82 juta saham atau setara 2,88% menjadi 459,82 juta saham atau 1,87%. Transaksi dilakukan dalam bentuk penjualan tidak langsung dengan tujuan divestasi.
Sebelumnya, BUVA mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara sekitar 20% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II. Pencatatan ditargetkan tuntas September tahun ini.
Saham baru tersebut diterbitkan dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Setiap pemegang empat saham lama berhak untuk memperoleh satu HMETD. Dengan demikian total dana yang akan diraup bisa mencapai Rp Rp 1,53 triliun.
Baca Juga
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 18,62%, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Sebesar 5,29%
Adapun Happy Hapsoro bersama empat pemegang saham lainnya bertindak menjadi pembeli siaga saham public yang tidak dieksekusi. PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Hapsoro, dan Ferry Sudjono wajib membeli sisa saham sesuai komitmen maksimum masing-masing, yakni sebesar Rp 100 miliar, Rp 350 miliar, Rp 100 miliar, dan Rp 388,57 miliar.
Sedangkan PT Nusantara Utama Investama (NUI) sebagai pengendali dengan kepemilikan 61,07% saham BUVA akan melaksanakan sebanyak 2,4 miliar saham dari total 3,75 hak HMETD yang diperolehnya. Perseroan juga menyatakan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD sesuai haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dengan jumlah maksimum sebesar 20%.
