Bukit Uluwatu (BUVA) Akan Rights Issue Rp1,54 Triliun, Happy Hapsoro Jadi Pembeli Siaga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara sekitar 20% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II. Pencatatan ditargetkan tuntas September tahun ini.
Saham baru tersebut diterbitkan dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Setiap pemegang empat saham lama berhak untuk memperoleh satu HMETD. Dengan demikian total dana yang akan diraup bisa mencapai Rp Rp 1,53 triliun.
Adapun Happy Hapsoro bersama sejumlah pemegang saham lainnya bertindak menjadi pembeli siaga saham public yang tidak dieksekusi. PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Hapsoro, dan Ferry Sudjono wajib membeli sisa saham sesuai komitmen maksimum masing-masing, yakni sebesar Rp 100 miliar, Rp 350 miliar, Rp 100 miliar, dan Rp 388,57 miliar.
Baca Juga
Sedangkan PT Nusantara Utama Investama (NUI) sebagai pengendali dengan kepemilikan 61,07% saham BUVA akan melaksanakan sebanyak 2,4 miliar saham dari total 3,75 hak HMETD yang diperolehnya. Perseroan juga menyatakan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD sesuai haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dengan jumlah maksimum sebesar 20%.
Adapun pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham BUVA ditutup mendadak anjlok 11,36% menjadi Rp 780. Penurunan saham BUVA ikut melemahkan IHSG BEI sepanjang hari ini.
Alokasi Dana
Manajemen BUVA dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa seluruh dana hasil PMHMETD II setelah dikurangi biaya akan digunakan untuk pengembangan proyek, pelunasan utang, serta penyertaan modal pada entitas anak.
Sebesar Rp 420,49 miliar akan digunakan untuk penyertaan modal kepada PT Bukit Bali Permai (BBP). Dana tersebut selanjutnya akan digunakan BBP sebesar Rp 193,41 miliar untuk mengakuisisi saham PT Royal Uluwatu Residence (RUR) dalam rangka pengembangan portofolio grup perseroan di kawasan Uluwatu, Bali.
BUVA juga mengalokasi dana Rp 227,08 miliar untuk disuntikkan sebagai tambahan modal ke RUR untuk pengembangan lahan dan belanja modal konstruksi proyek West Resort di atas lahan sekitar 3,9 hektare di Uluwatu, Bali.
Baca Juga
IHSG Ditutup Turun Tipis Terseret Saham Emiten Prajogo, Sebaliknya ARA Bertebaran Dipimpin JKON
Selanjutnya, Rp 417,8 miliar akan digunakan Perseroan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas seluruh pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian pembiayaan Perseroan.
Bukit Uluwatu (BUVA) juga mengalokasikan Rp 546,19 miliar, yang terdiri atas Rp 396,19 miliar untuk pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate di Bali, meliputi jalan, art gallery, natural park, fasilitas olahraga, serta fasilitas penunjang lainnya.
Sisanya sebesar Rp 150 miliar akan digunakan untuk renovasi menyeluruh Hotel Alila Ubud dan sebesar Rp150 miliar akan digunakan sebagai penyertaan modal tambahan kepada PT Bukit Lagoi Villa (BLV). Dana tersebut akan dimanfaatkan BLV untuk belanja modal pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan wisata terpadu Lagoi, Bintan.
