Bukit Uluwatu (BUVA) Siap Rights Issue II, Pengendali Komit Serap Sisa HMETD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pengendali maupun pemegang saham utama PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyatakan komitmen untuk merealisasikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD) II atau rights issue yang akan digelar dalam waktu dekat. Bahkan, pengendali berencana mengambil HMETD lebih dari proporsi bagiannya apabila pemegang saham lain tidak melaksanakan haknya.
Dana hasil HMETD rencananya digunakan untuk belanja modal, seperti pembelian lahan, pengembangan aset, serta penguatan usaha perseroan. Selain itu, dana juga disiapkan untuk akuisisi yang dinilai memiliki nilai strategis terhadap pengembangan bisnis. Detail perusahaan target akuisisi akan diungkap dalam prospektus HMETD dalam waktu dekat.
Baca Juga
Bukit Uluwatu (BUVA) Rancang Rights Issue Jumbo 203,11% Saham, Harga Langsung Melesat
Bukit Uluwatu (BUVA) sebelumnya mengumumkan rencana penambahan modal melalui PMHETD II sebanyak 50 miliar saham atau setara 203,11% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh saat ini.
Aksi korporasi emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro ini akan direalisasikan setelah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 26 Februari 2026. Sebelumnya, perseroan telah menuntaskan rights issue sebanyak 4,6 miliar saham dengan perolehan dana Rp604 miliar pada akhir 2025.
Manajemen BUVA dalam jawaban kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disampaikan Rabu (19/2/2026) menyebut pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama berencana mengambil HMETD II lebih dari proporsinya jika terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan haknya. Langkah ini tetap memperhatikan batasan free float setelah realisasi rights issue.
Baca Juga
Bukit Uluwatu (BUVA) Tegaskan Tak Terlibat dalam Kasus Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal MPAM
Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Ahnaf Yassar merekomendasikan speculative buy saham BUVA dengan target harga Rp3.000 atau setara 33,7x P/B. Rekomendasi ini didukung target ambisius BUVA untuk memperkuat ekspansi bisnis recurring income dalam lima tahun ke depan melalui serangkaian aksi korporasi dan pengembangan proyek strategis di Bali dan Labuan Bajo.
Selain itu, rights issue BUVA dinilai meningkatkan peluang perseroan masuk indeks MSCI Small Cap. Prospek BUVA turut ditopang pemulihan sektor pariwisata Bali yang diproyeksikan tumbuh 8,3% CAGR pada periode 2025–2030.

