Saham BBCA Tetap Menarik di Tengah Tekanan Asing, Target Harga Tembus Rp 10.000
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dinilai masih tetap menarik oleh sebagian besar analis, meskipun pemodal asing terpantau agresif melepas (net sell) saham senilai Rp 5,73 triliun dalam sebulan terakhir.
Riset CGS International dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 10.000. Adapun, harga perdagangan saham BBCA pada hari ini berada di posisi Rp 5.925 per saham, sehingga masih mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 68,8% menuju target harga tersebut.
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA, meski demikian target harga dipangkas dari semula Rp 11.400 menjadi Rp 10.900. Valuasi saham BBCA saat ini makin atraktif didukung pertumbuhan kinerja kuartal I-2026 sudah sesuai estimasi.
Baca Juga
Begitu juga dengan KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi strong buy saham BBCA dengan target harga Rp 9.480. Target harga (TP) tersebut berbasis GGM sebesar Rp9.480 (3,8x P/B 2026F), sementara saat ini saham diperdagangkan di level 2,6x, jauh di bawah -2SD sebesar 3,1x.
Hingga kuartal I 2026, kredit BBCA tumbuh 5,6% secara tahunan menjadi Rp 994 triliun. Ke depan, pertumbuhan kredit diproyeksikan berada di kisaran 8–10% sepanjang 2026, dengan dukungan dari sektor infrastruktur, transportasi, dan pembiayaan konsumen.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif, tumbuh 8% secara tahunan. Kenaikan ini terutama berasal dari giro dan tabungan, yang menjaga rasio dana murah (CASA) tetap tinggi dan menopang biaya dana yang rendah.
Baca Juga
Saham BBCA Ditekan Asing, Analis Kompak Pertahankan Buy dengan Potensi Cuan hingga 82%
Kualitas aset BBCA juga relatif terjaga, meskipun terdapat potensi tekanan dari kondisi makroekonomi global. Manajemen dinilai tetap konservatif dalam pencadangan, sehingga risiko kredit dapat dikelola dengan baik.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang stabil, struktur pendanaan yang kuat, serta profitabilitas yang terjaga, saham BBCA dinilai masih memiliki ruang kenaikan menuju target harga Rp 10.000. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko eksternal seperti perlambatan ekonomi dan persaingan di sektor perbankan.

