Saham BBCA Ditekan Asing, Analis Kompak Pertahankan Buy dengan Potensi Cuan hingga 82%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah analis tetap percaya diri untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), meski saham ini dihujani aksi jual (net sell) oleh investor asing dalam beberapan bulan terakhir.
Berdasarkan data net sell saham BBCA telah mencapai Rp 4,72 triliun dalam sebulan terakhir. BBCA menjadi saham penyumbang terbanyak kedua net sell setelah BBRI mencapai Rp 5,84 triliun dalam sebulan terakhir.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 10.900. Valuasi dinilai masih menarik, berada di bawah minus tiga standar deviasi dari rata-rata lima tahun, meskipun tetap mencermati risiko dari potensi penurunan kualitas aset dan stagnasi biaya dana.
Baca Juga
Fundamental Solid, Sentimen Makro Bikin Valuasi BBCA Makin Murah
Dengan target harga tersebut, terbuka potensi kenaikan harga sebanyak 82,42% dibandingkan dengan harga penutupan saham BBCA kemarin berada di level Rp 5.975.
Rekomendasi ini juga mempertimbangkan kenaikan laba bersih BBCA di kuartal I-2026 sebanyak Rp 14,7 triliun atau tumbuh 4% secara kuartalan (qoq) dan tahunan (yoy). Capaian ini setara 24% dari estimasi kinerja tahun penuh 2026 atau inline dengan ekspektasi analis.
MNC Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin juga mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA, namun target harga dipangkas dari semula Rp 10.500 menjadi Rp 8.700. Penyesuaian target harga tersebut mencerminkan revisi cost of equity (CoE) menjadi 7,5%, yang mengimplikasikan price to book value (PBV) sebesar 3,4 kali untuk estimasi 2026 dan 3,0 kali untuk 2027.
Baca Juga
Net Sell Capai Rp 2,03 Triliun, Investor Asing Lanjut Buang Saham BBCA, BMRI, dan BBRI
Ke depan, MNC Sekuritas menilai, kinerja BBCA diperkirakan tetap resilien, ditopang oleh pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta posisi permodalan yang solid. Hal ini diharapkan mampu menjaga stabilitas laba meskipun terdapat tekanan jangka pendek pada margin bunga bersih (NIM).
Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas dalam riset harian tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 8.600. Target ini mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan kinerja perseroan di tengah tantangan pertumbuhan.
Target tersebut juga mempertimbangkan keberhasilan BBCA meraup pertumbuhan laba sebesar 4% secara tahunan (yoy), ditopang oleh peningkatan pendapatan non-bunga dan disiplin biaya operasional. Kinerja tersebut mampu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih, sehingga profitabilitas tetap terjaga pada awal tahun ini.

