Rupiah Masih Alami Tekanan Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (17/12/2025). Rupiah turun 7 poin atau melemah 0,04% pada pukul 10.01 WIB.
Pelemahan rupiah ini terjadi jelang dilaporkannya hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada sore nanti.
Dolar AS terpantau menguat di hampir seluruh mata uang dunia. Dominasi dolar AS menyeret sejumlah mata uang dunia ke posisi turun.
Dua mata uang utama euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya melemah terhadap dolar AS. Euro dan poundsterling melemah 0,06%.
Sementara itu, di kawasan AS, dolar AS dominan menguat. Yen Jepang terpantau melemah 0,17%, yuan China juga melemah 0,06%, rupee India melemah 0,33%, dan dolar Singapura melemah 0,18%.
Baca Juga
Mata uang negara tetangga seperti ringgit Malaysia dan baht Thailand juga terpantau melemah. Ringgit terkontraksi 0,02% dan baht terkontraksi 0,1%. Mata uang yang menahan laju pergerakan dolar AS yaitu peso Filipina, yang menguat 0,14%.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan fokus pasar yaitu menunggu rilisnya data penggajian pekerja non-pertanian November. Data tersebut akan menunjukkan lebih banyak tanda pendinginan di pasar tenaga kerja AS.
Selain itu, pasar juga menunggu data inflasi harga konsumen utama, yang akan dirilis Kamis. Dua data itu, inflasi dan ketenagakerjaan, akan menjadi dua pertimbangan besar the Fed untuk mengambil kebijakan.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut pasar mengamati utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 yang tercatat sebesar US$ 423,9 miliar. ULN tersebut digunakan untuk sejumlah program APBN.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah didominasi untuk mendukung sektor jasa dan kegiatan sosial sebesar 22,2% dan administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,6%.

