Rupiah Menguat ke Rp 16.630 per US$ di Tengah Pelemahan Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali menguat 34 poin atau 0,19% ke level Rp 16.630 per US$ pada perdagangan Kamis (27/11/2025) pagi. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) ke posisi 99,42.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.18 WIB, dolar AS terdepresiasi terhadap hampir seluruh mata uang global. Mata uang utama seperti euro dan poundsterling menguat masing-masing 0,15% dan 0,13% terhadap dolar AS. Pelemahan juga tercatat terhadap ringgit Malaysia (-0,07%), won Korea Selatan (-0,17%), dolar Singapura (-0,14%), serta yen Jepang (-0,29%).
Baca Juga
Meski demikian, dolar AS masih mencatat penguatan tipis terhadap yuan China (0,03%) dan rupee India (0,06%).
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp 16.630–Rp 16.679 per US$ sepanjang hari. Menurutnya, tren ini turut dipengaruhi rilis data ekonomi AS terbaru.
Data penjualan ritel AS bulan September 2025 naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,6% pada Agustus 2025. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang kini berada di sekitar 85%.
Baca Juga
“Rumah tangga AS semakin berhati-hati terhadap prospek ekonomi, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan mendukung sentimen risk-on di pasar global,” ujar Andry.
Sementara itu, kepercayaan konsumen AS kembali melemah pada November, turun ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir, memberikan tambahan sentimen bagi penguatan rupiah.

