Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Jelang Libur Panjang Natal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 0,11% pada pukul 11.24 WIB ke posisi 16.769 per US$.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah indeks dolar AS atau DXY yang melemah ke posisi 97,91.
Meskipun data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III-2025 tumbuh 4,3%, data ekonomi AS lainnya seperti penjualan barang tahan lama dan tingkat kepercayaan konsumen masih lemah.
“Ini membuat rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melanjutkan pelemahan,” kata Analis Doo Financial Future, Lukman Leong, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga
Menjelang Libur, Rupiah Menguat Tipis Hari Ini Saat Dolar AS Tertekan
Pelemahan dolar AS terpantau terhadap sejumlah mata uang negara mitra dagang Indonesia seperti China, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
Dolar AS melemah 0,05% terhadap yuan China, melemah sebesar 0,14% terhadap ringgit Malaysia, melemah sebesar 0,16% terhadap yen Jepang, dan melemah 0,15% terhadap dolar Singapura.
Pelemahan dolar AS, menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi karena menguatnya harga emas dunia. Dia memperkirakan harga emas dunia akan menembus US$ 4.550 per troy ons hingga akhir tahun.

