Harga Emas Antam (ANTM) Naik di Tengah Sentimen The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (27/11/2025) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,387 juta atau naik Rp 9.000 dari Rabu (26/11/2025) Rp 2,378 juta per gram setelah ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan depan. Sentimen tersebut mendorong emas bergerak stabil di tengah dolar AS yang tidak banyak berubah.
Adapun harga emas Antam tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,487 juta per gram yang dicetak pada Selasa 21 Oktober 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,248 juta atau naik Rp 9.000 dari sebelumnya Rp 2,239 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang bertahan di dekat level tertinggi dalam satu minggu pada Rabu (27/11/2025)
Baca Juga
Investor Bidik Emas Saat Pasar Yakini The Fed Turunkan Suku Bunga
Harga emas spot naik 0,8% ke US$ 4.162,90 per ons pada pukul 15.00 ET, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 November di awal sesi. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember menutup perdagangan dengan kenaikan 0,5% ke US$ 4.160,10 per ons.
Emas, sebagai aset non-imbal hasil, cenderung menguat ketika imbal hasil dan suku bunga turun, sehingga kabar ini memberi tambahan dorongan.
Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 83% terjadinya pemotongan suku bunga bank sentral bulan depan, melonjak dari sekitar 30% pada pekan lalu berdasarkan alat CME FedWatch. Probabilitas yang meningkat cepat ini menunjukkan perubahan sentimen yang tajam terhadap arah kebijakan moneter The Fed.
Source: CNBC
Sementara itu, data terbaru menunjukkan jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru menurun pada pekan lalu. Angka tersebut mengindikasikan pemutusan hubungan kerja yang masih rendah, meski pasar tenaga kerja belum sepenuhnya mampu menyerap para pencari kerja baru di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kepercayaan konsumen AS juga melemah pada November, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap kondisi lapangan kerja dan prospek keuangan. Pelemahan sentimen ini muncul setelah rangkaian komentar dovish dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang menekankan perlunya sikap lebih longgar untuk menjaga momentum ekonomi.
Baca Juga
Ekspektasi Fed 'Dovish' Dorong Volatilitas, Harga Emas Antam (ANTM) Turun
Di tengah dinamika tersebut, prospek emas dinilai tetap positif untuk jangka menengah. Mayoritas bank riset memperkirakan harga emas bertahan di atas US$ 4.000 per ons pada 2026. Deutsche Bank bahkan menaikkan perkiraan harga emas tahun tersebut menjadi US$ 4.450 per ons dari proyeksi sebelumnya US$ 4.000 per ons, dengan faktor pendorong utama berupa arus masuk investor dan permintaan kuat dari bank sentral.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,243 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,387 juta
- Emas 2 gram: Rp 4,714 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,046 juta
- Emas 5 gram: Rp 11,710 juta
- Emas 10 gram: Rp 23,365 juta
- Emas 25 gram: Rp 58,287 juta
- Emas 50 gram: Rp 116,495 juta
- Emas 100 gram: Rp 232,912 juta
- Emas 250 gram: Rp 582,820 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,163,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,327,600 miliar.

