Indeks Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.595 per Dolar
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah, Selasa (7/10/2025), dipicu atas lompatan indeks dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.09 WIB, rupiah turun 12 poin atau 0,07% ke level Rp 16.595 per dolar AS (US$).
Selain rupiah, mata uang Asia lain ikut tertekan. Won Korea Selatan melemah 0,12%, yen Jepang 0,06%, dan baht Thailand 0,26% terhadap dolar AS. Dolar AS turut menguat terhadap euro Uni Eropa dan poundsterling Inggris, masing-masing sebesar 0,09% dan 0,08%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melesat ke Level Tertinggi Baru 8.182, Saham CBRE hingga TINS Berjaya
Namun, beberapa mata uang Asia masih mampu bertahan. Yuan China menguat tipis 0,01%, sedangkan ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Singapura masing-masing naik 0,02%, 0,24%, dan 0,02%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, penguatan DXY dipicu faktor politik global yang menekan nilai euro dan yen. Melemahnya euro terjadi setelah Perdana Menteri Prancis kembali mengundurkan diri, menimbulkan kekhawatiran terhadap pengelolaan defisit fiskal negara tersebut.
Sementara di AS, ancaman government shutdown membuat Presiden Donald Trump berencana memangkas ribuan pegawai federal untuk menekan Partai Demokrat agar menyetujui pendanaan. “Gangguan ini menyebabkan penundaan publikasi data klaim pengangguran mingguan, dan laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan besok kemungkinan juga akan tertunda,” ujar Andry.
Baca Juga
Harga Emas dan Logam Terus Mengilap, Saham INCO hingga AADI Jadi Alternatif Pilihan
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,27% ke level 8.139,89 atau naik 15% sejak awal tahun. Arus modal asing bersih tercatat masuk sebesar Rp2 triliun kemarin. Lompatan IHSG juga berlanjut hari ini hingga mencetak rekor tertinggi baru di atas level 8.190.
Imbal hasil obligasi pemerintah rupiah turun 2 basis poin (bps) menjadi 6,30%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah dolar AS tenor 10 tahun naik 2,8 bps. Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.505–Rp16.598 per dolar AS.

