Dolar AS Menguat Terhadap Rupiah dan Sejumlah Mata Uang Asing Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang termasuk rupiah dan dua mata uang utama. Data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS atau DXY menguat 0,09% atau di posisi 98,75.
Dolar AS menguat sebesar 0,09% terhadap rupiah. Mengakibatkan rupiah terdepresiasi ke level Rp 16.623 per US$. Sementara itu, dolar AS melemah terhadap yen Jepang sebesar -0,09%.
Dari data yang dipantau dari Bloomberg, dolar AS mengalami penguatan terhadap euro Uni Eropa sebesar 0,06% dan poundsterling Inggris sebesar 0,08%. Dolar AS juga menguat won Korea Selatan sebesar 0,06%, dan dolar Singapura sebesar 0,05%, serta menguat terhadap baht Thailand sebesar 0,22%.
Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang di kawasan Asia Tenggara yang menguat. Ringgit menguat 0,12%.
Baca Juga
Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan Selasa, Berada di Posisi Rp 16.622 per US$
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut DXY menguat seiring dengan proyeksi pasar yang memperkirakan bahwa the Fed akan memangkas 25 basis poin (bps) dengan menantikan penurunan lanjutan pada Desember 2025.
Investor juga menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Keduanya diperkirakan akan membahas potensi kesepakatan dagang.
Pasar saham Eropa ditutup melemah. Dengan indeks CAC 40 Perancis turun 0,27% menjadi 8.216,58 dan DAX Jerman turun 0,12% menjadi 24.278,63.
Imbal hasil obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun naik 0,1 bps menjadi 6,00%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah USD tenor 10 tahun turun 2,7 bps menjadi 4,80%.
Hari ini, Andry memproyeksi, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.572 hingga Rp 16.660 per US$.

