Rupiah dan Mata Uang Emerging Markets Kompak Melemah terhadap Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dan mata uang negara-negara emerging markets kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (23/6/2025). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 11.00 WIB kurs rupiah merosot 90 poin (0,55%) ke level Rp 16.487 per dolar AS.
Mata uang Jepang Yen juga melemah 58 poin (0,40%) ke level 146,670. Tekanan dari dolar AS juga dirasakan oleh Korean Won yang anjlok 93 poin (0,57%) ke level 1.382 dan Thailand Baht yang melemah 0,69% ke level 33,014.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, pekan ini investor akan tetap fokus pada perkembangan konflik Israel-Iran, khususnya potensi keterlibatan militer AS, bersama dengan pembaruan negosiasi perdagangan global.
"Perhatian juga akan beralih ke kesaksian Ketua Fed Jerome Powell di hadapan Kongres, karena pasar mencari tanda-tanda nada agresif yang diimbangi oleh pendekatan yang bergantung pada data," tulis Andry dalam keterangannya, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
Diketahui pekan lalu, Federal Reserve tidak mengubah suku bunga dana federal pada 4,25%–4,50% untuk pertemuan keempat berturut-turut pada Juni 2025, sesuai dengan ekspektasi, karena para pembuat kebijakan mengambil sikap hati-hati untuk sepenuhnya mengevaluasi dampak ekonomi dari kebijakan Presiden Trump, khususnya yang terkait dengan tarif, imigrasi, dan perpajakan.
Dalam proyeksi terbarunya, Fed menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB untuk tahun 2025 menjadi 1,4% (vs. 1,7% pada bulan Maret) dan untuk tahun 2026 menjadi 1,6% (vs 1,8%), sementara membiarkan estimasi tahun 2027 tidak berubah pada 1,8%.
Terkait data, rilis utama AS meliputi laporan PCE, pesanan barang tahan lama, dan neraca perdagangan barang. PMI kilat untuk ekonomi utama—termasuk AS, Zona Euro, dan Jepang.

