Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah Terhadap Sebagian Besar Mata Uang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Rupiah menguat tipis 3 poin atau 0,02% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat siang (31/10/2025). Rupiah berada di posisi Rp 16.633 per US$ per pukul 11.06 WIB.
Pergerakan rupiah yang menguat beriringan dengan berfluktuasi indeks dolar AS atau DXY yang bergerak di level 99,52.
Dolar AS mengalami pelemahan hampir di seluruh mata uang di kawasan Asia. Dolar AS sendiri melemah terhadap yen Jepang sebesar -0,1%, dolar AS juga melemah terhadap dolar Singapura sebesar -0,08%, melemah 0,1% terhadap ringgit Malaysia, dan melemah rupee India sebesar -0,10%, serta baht Thailand sebesar -0,08%.
Dua mata uang utama dunia juga melawan dolar AS dengan sekuat tenaga. Euro Uni Eropa menguat 0,05% terhadap dolar AS dan poundsterling Inggris menguat sebesar 0,03%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan penurunan suku bunga the Fed sebesar 25 bps pada Oktober 2025 akhirnya terjadi. Namun, imbal hasil obligasi di berbagai tenor justru naik setelah Ketua the Fed, Jerome Powell enggan memberikan sinyal pemangkasan lanjutan, sehingga membatasi pandangan bahwa the Fed akan terus memprioritaskan pelemahan pasar tenaga kerja dibanding inflasi yang masih tinggi
Baca Juga
Gubernur BI Beri Sinyal Rupiah Digital Akan Jadi Stable Coin Resmi Indonesia
Probabilitas implisit pasar terhadap pemangkasan suku bunga tambahan pada Desember turun tajam menjadi sekitar 68% dari sekitar 90% sebelum pertemuan tersebut. Sebelumnya, investor telah memperkirakan adanya pemangkasan tambahan sebesar 25 bps pada Desember, sejalan dengan proyeksi The Fed pada September.
Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi China, Xi Jinping berakhir dengan AS menurunkan tarif impor terhadap barang-barang China sebesar 10% menjadi 47%, sementara Beijing berjanji membatasi ekspor fentanyl dan meningkatkan pembelian kedelai AS. Hasil ini secara umum telah diantisipasi pasar.
Andry menyoroti dolar AS menguat paling signifikan terhadap yen setelah Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga acuannya dan muncul spekulasi bahwa bank sentral tersebut mungkin tidak akan melakukan langkah tambahan tahun ini.
Dia memperkirakan perdagangan rupiah pada hari Jumat ini akan bergerak di kisaran Rp 16.595 hingga Rp 16.670 per US$.

