Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Menguat ke Sejumlah Mata Uang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jelang pengumuman data penting seperti inflasi dan ekspor-impor Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS), rupiah mengalami pelemahan pada Senin (3/11/2025). Rupiah melemah 0,11% atau 19 poin ke level Rp 16.650 per US$ menurut data Bloomberg, pukul 09.18 WIB.
Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah -0,03%. Meski begitu, posisi dolar AS masih berada di level 99,77.
Tingginya DXY ini mempengaruhi tekanan dolar terhadap sejumlah mata uang di kawasan Asia. Yen Jepang, misalnya, mengalami pelemahan terhadap dolar AS sebesar -0,06%. Dolar AS juga menekan rupee India sebesar 0,08%, won Korea Selatan sebesar 0,05%, ringgit Malaysia sebesar 0,2%, dan dolar Singapura sebesar 0,05%, serta baht Thailand sebesar 0,27%.
Baca Juga
Hari Oeang, Menkeu Purbaya Sebut Pentingnya Kepercayaan demi Jaga Kedaulatan dan Rupiah
Dua mata uang penting, euro Uni Eropa dan poundsterling Inggris juga melemah terhadap dolar AS. Euro melemah 0,03% dan poundsterling melemah 0,09%.
Sementara itu, mata uang China, yuan bergerak berlawanan arah. Yuan menguat terhadap dolar AS sebesar 0,05%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyatakan penguatan yuan salah satunya dipengaruhi hasil positif pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan tersebut membuat AS menurunkan tarif keseluruhan atas impor dari China sebesar 10% sehingga menjadi 47%. Sementara itu, China berjanji membatasi ekspor fentanyl serta meningkatkan pembelian kedelai dari AS.
China juga akan mencabut pembatasan ekspor atas rare earth dan mengakhiri investasi terhadap perusahaan semikonduktor AS sebagai bagian dari perjanjian dagang baru.
Baca Juga
Andry menjelaskan China akan mengeluarkan izin ekspor umum untuk rare earth, galian, germanium, antimon, dan grafit. Sebagai imbalannya, AS akan memperpanjang penangguhan beberapa tarif tertentu dan membatalkan rencana pengenaan bea 100% atas barang-barang asal China.
Berdasarkan proyeksinya, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 16.595 hingga Rp 16.660 per US$.

