Jisdor Catat Kurs Rupiah Melemah Imbas Menguatnya Dolar AS Jelang Deadline Tarif Trump
JAKARTA, investortrust.id –Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (22/7/2025). Dilansir Jisdor BI, kurs rupiah tergelincir tipis 7 poin (0,04%) ke level Rp 16.307. Pelemahan ini lanjutkan koreksi sehari sebelumnya ke Rp 16.330 per dolar AS pada Senin (21/7/2025).
Pelemahan kurs ini sejalan dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 53,45 poin (0,72%) menjadi 7.344,74. Rentang pergerakan 7.344-7.457 dengan nilai transaksi Rp 17,30 triliun.
Baca Juga
Bursa China dan Hong Kong Melejit Didorong Saham Konstruksi dan Energi
Data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS (DXY) menguat 0,07% ke level 97,9. Sementara itu data Bloomberg hingga pukul 15.30 WIB menunjukkan kurs rupiah justru menguat tipis 0,02% ke level Rp 16.319 per dolar AS. Pergerakan kurs ini dipengaruhi focus investor terhadap deadline atau batas waktu pemberlakuan tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump pada 1 Agustus.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, prospek kesepakatan antara Uni Eropa (UE) dan AS semakin memudar. Perundingan yang sedang berlangsung antara Uni Eropa dan AS telah gagal mencapai kemajuan yang berarti selama beberapa minggu terakhir.
Ia menyoroti ancaman Trump yang akan mengenakan tarif 30% pada sebagian besar barang impor dari negara-negara anggota blok Uni Eropa dalam upaya mengurangi defisit perdagangan kini. Sementara itu, Uni Eropa bersiap menghadapi skenario terburuk dengan mengancam akan membalas tarif AS, jika kesepakatan tidak tercapai.
Baca Juga
Usai Melesat 11 Hari Beruntun 7,76%, IHSG Akhirnya Melemah Akibat Saham Big Cap Ini
Selain itu, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, perhatian pasar turut tertuju pada isu yang bergulir mengenai Federal Reserve (The Fed). Menurutnya kekhawatiran pasar terhadap independensi The Fed semakin meningkat setelah anggota parlemen Anne Paulina Luna secara resmi melaporkan Ketua Jerome Powell ke Departemen Kehakiman AS (DOJ).
Anne Paulina melaporkan Jerome atas tuduhan pidana dan menuduhnya berbohong di bawah sumpah dalam dua kesaksian di hadapan Kongres terkait renovasi kantor pusat The Fed senilai US$ 2,5 miliar. "Meskipun konsekuensi hukumnya masih belum pasti, tekanan politik memicu kekhawatiran investor dan menambah ketidakpastian baru pada sentimen pasar yang sudah rapuh," tulis Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (22/7/2025).
Sementara itu pasar terus bergulat dengan sinyal beragam dari beberapa pejabat The Fed mengenai potensi penurunan suku bunga pada bulan Juli. Probabilitasnya menunjukkan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunganya saat ini, dengan peluang sebesar 97% untuk mempertahankan suku bunga dan 3% untuk penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuannya di 30 Juli.
"Fokus pasar hari ini adalah pidato pembukaan dari Ketua The Fed Jerome Powell pada sebuah acara yang diadakan oleh Federal Reserve dan data aktivitas manufaktur Richmond," ungkap Ibrahim.

