Rupiah Terkapar di Rp 16.646 per US$ Imbas Menguatnya Ekspektasi Pemangkasan The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah ke Rp 16.646 per US$ menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan data perekonomian AS mendukung potensi penurunan suku bunga bank sentral AS. Peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) mencapai 90% pada pertemuan the Fed 9-10 Desember.
Data terbaru di AS memperkuat sentimen terhadap penurunan suku bunga. Jumlah tenaga kerja swasta menyusut 32.000 pada November 2025, menurut laporan ketenagakerjaan ADP.
Investor, kata Ibrahim, menunggu sinyal yang lebih pasti dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September 2025. Data ini menjadi tolok ukur inflasi pilihan the Fed untuk melihat penurunan suku bunga.
Meski demikian, pasar melihat pembatalan wawancara sejumlah sebagai pengganti Ketua the Fed, Jerome Powell memperkuat posisi Kevin Hassett. Laporan tersebut memperkuat ekspektasi akan sikap dovish the Fed.
Baca Juga
Dari dalam negeri, para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya memperkirakan mencapai 5% hingga 5,1% pada 2025. Setahun setelahnya, 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi hanya sebesar 5,1%.
Dari sisi fiskal, realisasi belanja pemerintah perlu terus diakselerasi sesuai dengan outlook fiskal yang disampaikan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian pada kuartal IV-2025.
Berdasarkan perhitungan, apabila pemerintah ingin mencapai outlook belanja fiskal APBN maka dalam sisa dua bulan terakhir 2025. Pemerintah perlu merealisasikan belanja negara sebesar Rp 934 triliun.
Besaran belanja tersebut dinilai akan berkontribusi signifikan terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025.

