Usai Melesat 11 Hari Beruntun 7,76%, IHSG Akhirnya Melemah Akibat Saham Big Cap Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7/2025), akhirnya ditutup melemah setelah 11 hari menguat 7,76% terhitung sejak 7 Juli 2025 hingga kemarin. Hari ini, IHSG ditutup turun sebanyak 53,45 poin (0,72%) menjadi 7.344,74. Rentang pergerakan 7.344-7.457 dengan nilai transaksi Rp 17,30 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar terjerembab 4,36%, sektor property 1,01%, sektor konsumer primer 0,85%, sektor keuangan 0,41%, sektor konsumer non primer 0,53%, dan sektor energi 0,20%. Satu-satunya sektor yang masih naik adalah sektor infrastruktur 1,69%.
Penurunan tersebut juga dipicu penurunan dalam saham-saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 5,36% menjadi Rp 8.825, BRPT melemah 7,95% menjadi Rp 2.200, dan BREN turun 0,32% menjadi Rp 7.875, ANTM anjlok 7,21% menjadi Rp 2.960, AMMN turun 1,24% menjadi Rp 7.950, dan PANI melemah 3,52% menjadi Rp 15.075
Baca Juga
Bursa China dan Hong Kong Melejit Didorong Saham Konstruksi dan Energi
Sebaliknya saham yang menjadi penahan indeks dari kejatuhan lebih dalah adalah saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang dikendalikan Prajogo Pangestu ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak sebanyak 24,69% menjadi Rp 1.515. Kenaikan ARA selama Sembilan hari ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melambung menjadi Rp 189,11 triliun.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 34,09% menjadi Rp 236 dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ARA dengan kenaikan 24,82% menjadi Rp 880. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) melesat 19,34% menjadi Rp 1.820 dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) sebanyak 16,67% menjadi Rp 980.
Sebaliknya pelemahan melanda lima saham berikut, yaitu saham MERI turun 14,94% menjadi Rp 410 atau auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun. Saham KONI anjlok 14,77% menjadi Rp 1.270, SAFE turun 13,33% menjadi Rp 208, BWPT melemah 11,93% menjadi Rp 96, dan PSAT melemah 11,19% menjadi Rp 1.945.
IHSG kemarin ditutup melesat 86,27 poin (1,18%) ke tertinggi baru tahun ini level 7.398 dengan penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 180,30 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 233,58 miliar, BMRI Rp 190,48 miliar, dan SSIA senilai 119,18 miliar.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin dan Pasar Global Berpotensi Turun, Apa Sebabnya?
Penopang utama penguatan indeks datang dari kenaikan saham sektor teknologi sebanyak 6,75%, sektor infrastruktur 4,60%, sektor material dasar 2,79%, sektor industry 1,66%, sektor property 1,45%, sektor transportasi 1,38%, dan sektor konsumer primer 0,59%. Satu-satunya sektor saham dengan penurunan adalah keuangan 0,12%.
Sejumlah saham juga cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BWPT naik 34,57% menjadi Rp 109, RELI naik 24,78% menjadi Rp 705, dan KETR naik 24,75% menjadi Rp 252. CDIA naik 24,62% menjadi Rp 1.215, COIN naik 24,58% menjadi Rp 735, PGUN melesat sebanyak 24,56% menjadi Rp 710, dan NRCA kembali melesat 24,54% menjadi Rp 1.015.
Adapun saham penopang utama kenaikan indeks datang dari penguatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), emiten yang dikendalikan Toto Sugiri ini, berhasil melesat 17,94% menjadi Rp 288.950, sehingga market cap menjadi Rp 688,56 triliun. Kenaikan juga didukung saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebanyak 10,42% menjadi Rp 15.625.

