Rupiah dan IHSG Melemah, Dorong Ekonomi dan Daya Beli untuk Tarik Investasi
Oleh Teguh Anantawikrama,
Chairman Indonesia Tourism Investors Club
INVESTORTRUST.ID - Di tengah pelemahan rupiah dan turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus menjadi perhatian utama. Ketidakpastian global, tekanan inflasi, serta dinamika geopolitik telah berdampak negatif pada pasar keuangan maupun daya beli masyarakat.
Di sisi lain, meski terjadi volatilitas di sektor keuangan, peluang investasi di sektor riil, khususnya pariwisata, tetap menjanjikan. Bagi investor, termasuk family offices, Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik, terutama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga
Di sisi lain, meski terjadi volatilitas di sektor keuangan, peluang investasi di sektor riil, khususnya pariwisata, tetap menjanjikan. Bagi investor, termasuk family offices, Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik, terutama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Optimisme ini didukung oleh kekuatan fundamental ekonomi domestik. Selain itu, meningkatnya minat wisatawan baik domestik maupun internasional.
Baca Juga
Pastikan Stabilitas Rupiah-Pasar Keuangan
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis. Hal-hal penting yang harus diperkuat, antara lain:
✅ Intervensi oleh Bank Indonesia (BI):
• Mengelola stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas dan menjaga cadangan devisa.
• Menjaga suku bunga agar tetap kompetitif, tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
✅ Mendorong Devisa Ekspor dan Investasi Asing:
• Mempermudah investasi asing di sektor-sektor strategis, termasuk pariwisata dan properti premium.
• Memberikan insentif menarik kepada eksportir, agar devisa tetap beredar di dalam negeri lebih lama.
Menjaga Daya Beli Masyarakat
Di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga barang, pemerintah juga harus bergerak cepat untuk memastikan daya beli tetap terjaga. Hal ini bisa dilakukan dengan mengefektifkan kebijakan berikut:
✅ Subsidi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tepat Sasaran:
• Subsidi untuk energi dan bahan pokok harus tepat sasaran dan waktu, agar inflasi tetap terkendali.
• Bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk menjaga konsumsi.
• Menjaga stok pangan strategis agar harga tetap stabil, termasuk di momen akbar keagamaan seperti Ramadan dan Lebaran.
• Mengoptimalkan kebijakan energi yang mendukung penjaminan pemenuhan kebutuhan dalam negeri dengan harga kompetitif, agar biaya produksi industri RI tidak melonjak.
Sektor Pariwisata: Optimisme Investor Tinggi
Di sisi lain, meski pasar keuangan menghadapi tantangan, sektor pariwisata Indonesia masih menjadi primadona bagi investor. Ini khususnya bagi family offices dan institusi global, yang tetap mencari peluang investasi jangka panjang.
Beberapa faktor yang mendorong optimisme ini adalah:
✅ Pemulihan Wisata Pascapandemi:
• Tren kunjungan wisatawan terus meningkat, terutama ke Bali, Labuan Bajo, dan destinasi unggulan lainnya. Hal ini seirama tren peningkatan traffic wisatawan global.
• Lonjakan permintaan untuk resor mewah, eco-tourism, dan wellness tourism menjadi peluang investasi besar.
✅ Peluang di Sektor Properti dan Hospitality:
• Hotel dan resort premium juga menjadi daya tarik bagi investor, terutama dengan meningkatnya jumlah turis kelas menengah ke atas.
• Investasi di infrastruktur wisata seperti bandara, marina, dan transportasi semakin meningkat.
✅ Dukungan Kebijakan Pemerintah:
• Insentif pajak dan kemudahan perizinan untuk proyek pariwisata.
• Pengembangan Lima Destinasi Super Prioritas (Bali Baru) sebagai motor pertumbuhan industri wisata di Nusantara.
Tingkatkan Minat Investor Pasar Modal
Sementara itu, untuk menstabilkan IHSG dan menarik lebih banyak investor ke pasar modal Indonesia, diperlukan sejumlah strategi yang mesti didukung semua pihak, mulai dari pucuk pimpinan negeri tercinta. Strategi pentingnya adalah:
✅ Menjaga Kepercayaan Investor:
• Regulasi perlu disempurnakan agar lebih transparan, plus insentif bisa efektif dan diperoleh dengan mudah bagi investor lokal maupun asing.
• Mendorong emiten pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berkembang, termasuk dengan pemberikan insentif khusus di pasar modal mengingat kebangkitan sektor ini bisa menjadi game changer pemulihan laju pertumbuhan ekonomi.
✅ Diversifikasi Investasi:
• Mengembangkan instrumen investasi berbasis aset pariwisata, seperti real estate investment trusts (REITs).
• Memperluas akses pendanaan bagi startup dan pelaku bisnis pariwisata, termasuk didukung insentif likuiditas makroprudensial yang memadai dari Bank Indonesia.
Tetap Menjanjikan bagi Investor
Dengan demikian, di tengah tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, stabilitas dalam negeri Indonesia dapat dijaga melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang tepat. Ini terutama untuk mendorong penguatan daya beli masyarakat dan pengembangan sektor riil, khususnya yang menyerap banyak tenaga kerja dan mendatangkan devisa.
Bagi investor, pariwisata tetap menjadi sektor yang menarik, terutama bagi family offices dan investor institusional yang mencari aset jangka panjang dengan potensi pertumbuhan tinggi. Dengan dukungan kebijakan dan eksekusi yang kuat, Indonesia dapat terus menjadi destinasi utama investasi dan pariwisata minimal di kawasan Asia. ***

