Pendapatan Blibli (BELI) Naik 34% di 2025, Bisnis Smartphone Jadi Daya Tarik Utama
JAKARTA, investortrust.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencatat pendapatan bersih Rp 22,36 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 34% secara tahunan. Lonjakan ini terutama ditopang peningkatan penjualan perangkat smartphone melalui kanal omnichannel.
Meski pendapatan naik, BELI masih mencatatkan rugi tahun berjalan senilai Rp 2,30 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun 2024 mencapai Rp 2,53 triliun.
Pada kuartal IV-2025, pendapatan perseroan melonjak 55% yoy menjadi Rp 7,12 triliun. Kinerja tersebut mempertegas tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang tahun.
Baca Juga
“Dalam kondisi konsumsi yang menantang, kami tetap fokus membangun ekosistem omnichannel terintegrasi. Strategi ini mampu menjaga pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas profitabilitas," kata CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Selain pendapatan, perseroan mencatat peningkatan take rate menjadi 8,5% pada 2025. Kenaikan ini didukung kontribusi kuat dari segmen ritel 1P dan toko fisik.
Baca Juga
Ekspor Februari Naik Tembus US$ 22,17 Miliar, Industri Pengolahan Jadi Penopang
Struktur biaya semakin efisien dengan rasio beban operasional turun menjadi 7,1% dari sebelumnya 7,4%. Perbaikan ini mendorong peningkatan kinerja EBITDA sebesar 60 basis poin.
“Pertumbuhan pendapatan didukung seluruh segmen usaha serta efisiensi operasional yang berkelanjutan,” jelas CFO Blibli Ronald Winardi dalam keterangan tertulis.
Target 2026
Ronald mengatakan, BELI menargetkan pertumbuhan pendapatan 15-20% pada 2026. Kenaikan didukung penguatan ekosistem terlihat dari integrasi platform Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma. Program keanggotaan terpadu dan loyalitas lintas platform memperdalam keterlibatan pelanggan.
Ekspansi jaringan fisik juga terus berlanjut dengan total 265 toko elektronik konsumen hingga akhir 2025. Perseroan turut mengoperasikan 57 supermarket premium dan 39 pusat home & living.
Baca Juga
Laba Abadi Lestari (RLCO) Melonjak Lebih dari 325% di 2025, Tembus Segini
Di sisi lain, segmen institusi dan ritel menjadi kontributor utama pertumbuhan volume transaksi sepanjang tahun. Sementara platform OTA tiket.com memperluas layanan perjalanan dan akomodasi secara global.
Memasuki 2026, perseroan memproyeksikan tantangan berlanjut di tengah tekanan daya beli dan persaingan e-commerce. Namun, strategi omnichannel diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan nilai bisnis jangka panjang.

