Wamenpar: Rupiah Melemah Jadi Daya Tarik Wisman ke Indonesia
Poin Penting
|
BADUNG, investortrust.id - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa menilai kondisi rupiah yang melemah terhadap dolar AS akhir-akhir ini justru menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Indonesia.
“Kami melihat ini (pelemahan rupiah) menjadi satu peluang bagi Indonesia bahwa ini akan membuat Indonesia memiliki daya tarik yang lebih bagi wisatawan,” kata Wamenpar dalam pameran perjalanan wisata Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Badung, Sabtu (30/5/2026).
Ni Luh Puspa menjelaskan, dengan kurs rupiah saat ini, wisman akan memilih Indonesia untuk dikunjungi, bahkan untuk berwisata dalam waktu lebih lama di Tanah Air.
Baca Juga
Kunjungan Wisman Februari 2026 Melonjak 13,37%, Potensi Devisa Pariwisata Tembus Rp17,2 Triliun
“Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Kemenpar (Kementerian Pariwisata) sedang menggencarkan promosi agar semakin banyak wisatawan datang,” tutur dia.
Kemenpar, menurut Ni Luh Puspa, terus menggenjot misi penjualan dan mengikuti berbagai pameran. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia.
“Situasi yang ada ini menjadi suatu peluang bagi Indonesia bahwa Indonesia menjadi memiliki daya tarik yang lebih untuk dikunjungi dengan lama tinggal yang bisa lebih lama begitu dari biasanya, luar biasa,” ujar dia.
Wamenpar mengakui, pelemahan rupiah belakangan ini berkaitan dengan dinamika geopolitik dan konflik di Timur Tengah. Namun selama Januari hingga Maret 2026, Kemenparmelihat situasi kepariwisataan masih terjaga dengan jumlah kunjungan yang meningkat dibanding periode sama 2025.
Untuk menambah kunjungan wisman di tengah situasi global ini, Wamenpar mengajak pelaku usaha pariwisata mulai mengubah pasar, dari yang sebelumnya mentargetkan negara jarak jauh, kini memperkuat kunjungan dari negara-negara tetangga.
Baca Juga
Menpar: Pariwisata Indonesia Tumbuh Kuat Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman Naik 10,44%
“Perkuat bagaimana agar short-haul dan medium-haul ini bisa mengalami peningkatan, tentu ini menjadi substitusi dari pasar Eropa maupun pasar Amerika dan Timur Tengah yang mengalami penurunan akibat situasi geopolitik,” papar dia.
Dia menambahkan, pada kuartral I-2026, kunjungan wisman dari negara-negara medium-haul dan short-haul meningkat. Sebaliknya, jumlah wisman dari negara-negara Timur Tengah mengalami penurunan.
Untuk itu Wamenpar mengajak pelaku pariwisata tidak pesimistis, melainkan terus berkolaborasi dan optimistis meraih pencapaian dari peluang-peluang di setiap situasi. (Ant)

