JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang ditransaksikan antarbank melemah dalam pembukaan perdagangan Jumat (25/10/2024) pagi, imbas dolar Amerika Serikat yang berhasil rebound. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 34 poin (0,22%) ke level Rp 15.609/USD.

"Prospek kepresidenan Donald Trump telah menjadi titik fokus bagi para investor, karena kebijakannya, termasuk tarif, pembatasan imigrasi ilegal, dan tindakan lain, dapat mendorong inflasi lebih tinggi. Akibatnya, investor juga mencermati langkah-langkah mendatang Bank Sentral (The Fed) terkait suku bunga, yang berkontribusi pada pergerakan pasar yang hati-hati namun secara keseluruhan positif," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (25/10/2024)

Hasil jajak pendapat pilihan publik AS berdasarkan survei terbaru, antara calon presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan Donald Trump dari Partai Republik. Infografis: Diolah Riset Investortrust.

Baca Juga

Harga Emas Bertengger di Rp 1.529.000 per Gram, Tertinggi Sepanjang Sejarah


Sementara itu indeks dolar naik Jumat pagi ke level 104,08 atau sudah menguat 2,71% secara year to date. Sebelumnya pada Kamis, DXY ini berada di 104,2.

Indeks naik sekitar 1% selama empat sesi sebelumnya. Ini mencapai level tertinggi tiga bulan. 

Baca Juga

Harris vs Trump: Pertempuran Sosialis vs Neolib?



Tak Agresif Pangkas Bunga
Investor memantau dengan cermat lintasan suku bunga The Fed dan sekarang percaya bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga secara agresif, seperti yang diharapkan sebelumnya sebesar 50 bps pada November. Pada bulan lalu, The Fed telah memangkas Fed Funds Rate sebesar 50 bps ke 4,75-5,00%.

Hal itu  karena data ekonomi di negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar tersebut masih kuat dan ada kekhawatiran atas defisit. Faktor lain, ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS, di mana hasil jajak pendapat terbaru memperkuat peluang kemenangan calon presiden Donald Trump atas Kamala Harris.

Sebelumnya, kurs Bank Mandiri mencatat mata uang rupiah kemarin terapresiasi sebesar 0,2% menjadi Rp 15.584/USD, namun masih terdepresiasi sebesar 1,2% ytd. Sedangkan untuk nilai tukar rupiah terhadap greenback hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp 15.559/USD - Rp 15.631/USD.



Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 23 Oktober 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust.

Baca Juga

CEO Investortrust Sebut Potensi CSR Masih Besar untuk Beri Dampak Positif Masyarakat