Kurs Rupiah Melemah Jumat Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (30/8/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah dibuka melemah 55 poin di level Rp 15.464/USD, dibanding posisi kemarin Rp 15.409/USD .
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menjelaskan, pasar mencari konfirmasi tingkat harga sedang dalam tren menurun sehingga The Fed dapat mulai memangkas suku bunga acuan AS pada September ini. "Di satu sisi, pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) AS untuk kuartal II direvisi naik menjadi 3% dari 2,8%. Pengeluaran pribadi, pendorong utama pertumbuhan ekonomi, juga tumbuh sebesar 2,9%, melampaui estimasi sebelumnya sebesar 2,3%. Selain itu, laporan terpisah menunjukkan klaim pengangguran awal turun sebesar 2 ribu menjadi 231 ribu, dari minggu sebelumnya," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Ia menjelaskan lebih lanjut, investor terus memposisikan diri untuk pemangkasan suku bunga yang akan datang oleh Federal Reserve. Hal ini menyusul retorika dovish Ketua The Fed Jerome Powell dalam pidatonya di Jackson Hole, dengan swap rate mencerminkan konsensus sekitar 100 bps dalam pemangkasan bunga oleh bank sentral AS dalam tiga keputusan mereka yang tersisa tahun ini.
Yield Obligasi RI
Sementara itu, yield obligasi IDR pemerintah RI tenor 10 tahun turun 1,10 bps ke level 6,61%, namun masih naik 8,5 bps year to date, sedangkan yield obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun USD (INDON) naik 0,70 bps ke level 4,71%, namun turun 11,2 bps ytd.
Sebelumnya, kurs Bank Mandiri mencatat mata uang rupiah kemarin terapresiasi 0,06% ke level Rp 15.415/USD, namun masih terdepresiasi 0,12% ytd. Sedangkan nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 15.375-15.465 per dolar AS.

