Dolar AS Menguat, Kurs Rupiah Melemah Jumat (25/7) Pagi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat sehingga memberikan tekanan pada nilai tukar (kurs) rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah bergerak melemah 33 poin (0,21%) ke level Rp 16.328 per dolar AS.
Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkap, The Fed diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam pemangkasan suku bunga lebih lanjut, karena kekhawatiran bahwa tarif dapat memicu inflasi semakin meningkat. Ketegangan semakin meningkat, Presiden Trump — seorang kritikus vokal Ketua The Fed Powell — akan mengunjungi bank sentral.
"Sebuah langkah mengejutkan yang kemungkinan akan semakin memperburuk hubungan antara The Fed dan pemerintah," kata Andry dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga
BI Ramps Up Government Bond Purchases to Defend Rupiah and Support Liquidity
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Komposit AS S&P Global naik menjadi 54,6 pada Juli 2025 dari 52,9 pada Juni 2025, menandai laju pertumbuhan tercepat di tahun 2025 dan bulan ekspansi ke-30 berturut-turut. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas jasa yang kuat, yang tumbuh pada laju tercepat sejak Desember lalu. Output manufaktur juga meningkat, tetapi dengan laju yang lebih moderat, menunjukkan divergensi momentum antarsektor.
Data Ketenagakerjaan AS terus tumbuh di seluruh sektor swasta. Namun, kepercayaan bisnis menurun di sektor jasa dan manufaktur di tengah kekhawatiran tentang pemotongan belanja dan tarif federal. Meningkatnya biaya upah dan tarif berkontribusi pada inflasi harga input yang lebih tinggi, yang semakin dibebankan perusahaan kepada pelanggan.
Baca Juga
"Akibatnya, inflasi harga output meningkat, menempati peringkat tertinggi dalam tiga tahun terakhir," sebut Andry.

