Kemenlu RI Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran, Harapkan Navigasi Selat Hormuz Kembali Normal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengapresiasi kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Oke, kesepakatan untuk gencatan senjata ini kita tentu menyambut baik, karena ini berdampak banyak juga bagi tadi akses yang Selat Hormuz,” kata Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl, saat taklimat media, di kantornya, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Nabyl mengatakan bahwa pemerintah Indonesia selalu menyuarakan upaya deeskalasi perang Teluk Persia melalui meja perundingan dan diplomasi.
“Dan tentunya dengan adanya perkembangan ini, kita harapkan bisa berkembang dengan lebih permanen dan dampaknya terhadap kepentingan kita dalam hal kebebasan untuk navigasi, kemudian juga untuk, bukan hanya proses yang sekarang, tapi juga ke depannya bisa terus berlanjut,” kata dia.
Baca Juga
Isu Tarif Kapal US$ 2 Juta di Selat Hormuz, Kemenlu RI: Belum Ada Informasi Spesifik
Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat untuk menangguhkan rencana serangan ke Iran. Pada Selasa malam, hanya beberapa jam sebelum serangan yang direncanakan, Trump melalui platformnya, Truth Social, mengumumkan bahwa ia membatalkan rencana tersebut.
Dilaporkan Al Jazeera, Trump menyebut keputusan itu sebagai langkah menuju penyelesaian, namun memperingatkan bahwa hal tersebut disertai syarat— yakni Iran harus membuka kembali Selat Hormuz.
“Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, yang meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu,” tulis Trump.
Tak lama setelah pesan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah dicapai.
“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis Araghchi.
“Selama periode dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.”

