Trump Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Segera Dibuka
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump pada Selasa waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, sekaligus menunda rencana serangan terhadap infrastruktur negara tersebut yang sebelumnya memicu kekhawatiran global.
Baca Juga
Serangan AS–Israel ke Iran Ditingkatkan Jelang Deadline Hormuz, Negosiasi Kandas
Keputusan ini diambil lebih dari lima minggu setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai, dan bersyarat pada komitmen Teheran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
Trump menyebut kesepakatan tersebut merupakan hasil pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Panglima Militer Pakistan Asim Munir.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” ujar Trump dalam pernyataannya, seperti dikutip CNBC.
Pengumuman tersebut langsung mengguncang pasar global. Harga minyak anjlok hingga 16%, sementara kontrak berjangka saham AS melonjak tajam, mencerminkan meredanya ketegangan geopolitik.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Menunggu 'Last Minute Deal' AS-Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa kapal-kapal akan dapat melintasi Selat Hormuz secara aman selama periode dua minggu, melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
Kesepakatan ini tercapai kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran vital tersebut atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipilnya.
Ultimatum tersebut sempat memicu kepanikan global, terutama setelah Trump mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut potensi kehancuran besar jika tidak ada kesepakatan.
Pakistan memainkan peran kunci dalam meredakan ketegangan, dengan Sharif mengusulkan penundaan tenggat selama dua minggu sekaligus mendorong semua pihak menghentikan konflik demi memberi ruang bagi diplomasi.
Baik Washington maupun Teheran sama-sama mengeklaim perkembangan ini sebagai kemenangan diplomatik.
Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi damai jangka panjang di Timur Tengah.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut bahwa AS telah menerima prinsip-prinsip utama Iran dalam perundingan dan menggambarkannya sebagai kemenangan politik bagi rakyat Iran.
Perundingan lanjutan antara kedua negara dijadwalkan berlangsung di Islamabad dalam dua pekan ke depan. Proposal Iran mencakup penarikan pasukan tempur AS dari kawasan, pencabutan sanksi, pembebasan aset Iran di luar negeri, serta kompensasi atas kerugian perang.

