Harapan Gencatan Senjata Iran Memudar, Yield Obligasi AS Melonjak
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat melonjak pada Kamis (26/3/2026), seiring investor mencerna sinyal yang saling bertentangan terkait status negosiasi antara Washington dan Teheran.
Baca Juga
Israel Klaim Bunuh Komandan Laut Iran, Perang Masuk Fase yang Mengerikan
Dikutip dari CNBC, imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun - acuan global - terkerek lebih dari 9 basis poin menjadi 4,424%. Sementara itu, imbal hasil obligasi 30 tahun naik lebih dari 4 basis poin ke 4,94%, dan tenor 2 tahun melonjak lebih dari 11 basis poin ke 3,994%.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian pasar setelah optimisme terhadap gencatan senjata di Timur Tengah mulai memudar. Investor global dalam dua hari terakhir dihadapkan pada pernyataan yang saling bertentangan dari AS dan Iran terkait pembicaraan damai.
Amerika Serikat menyatakan negosiasi atas proposal perdamaian sedang berlangsung. Namun Teheran membantah adanya interaksi langsung dengan Washington.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada media pemerintah bahwa pejabat Iran tengah meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang, tetapi menegaskan tidak ada niat untuk melakukan pembicaraan langsung dengan AS.
Ia juga menekankan bahwa pertukaran pesan melalui mediator “tidak berarti negosiasi dengan AS,” sebagaimana dilaporkan Reuters.
Media pemerintah Iran turut melaporkan bahwa Republik Islam akan menolak tawaran gencatan senjata AS, dan sebagai gantinya mengajukan daftar lima poin yang mencakup kendali atas Selat Hormuz.
Baca Juga
AS Kirim Proposal Damai 15 Poin ke Iran, Teheran: “Washington Bernegosiasi dengan Dirinya Sendiri”
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social memperingatkan Iran agar “segera serius sebelum terlambat,” seraya menambahkan bahwa jika situasi melewati titik tertentu, “tidak ada jalan kembali dan hasilnya tidak akan baik.”
Data Ekonomi dan Tekanan Pasar
Dari sisi ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 21 Maret naik 5.000 menjadi 210.000—sesuai dengan perkiraan Dow Jones. Namun klaim lanjutan turun ke level terendah sejak 25 Mei 2024, menandakan pasar tenaga kerja masih relatif kuat.
Di pasar obligasi, lelang Treasury kembali mengecewakan. Penjualan obligasi tenor 7 tahun menunjukkan permintaan yang lemah, menyusul hasil serupa pada lelang tenor 5 tahun sehari sebelumnya dan tenor 2 tahun pada Selasa.
Kombinasi faktor geopolitik dan lemahnya permintaan lelang memperkuat tekanan pada pasar obligasi, mendorong imbal hasil naik lebih tinggi.

